Mengikuti perkembangan iptek kedokteran gigi merupakan prasyarat penting bagi dokter gigi Indonesia untuk tetap mengikuti perkembangan dan memajukan pengetahuan ilmiahnya. Peningkatan kualitas pelayanan gigi berbanding lurus dengan peningkatan kapasitas tersebut. Secara umum, menghadiri pertemuan ilmiah yang memakan waktu dan uang akan menghasilkan penyebaran pengetahuan.
Penerapan teknologi informasi pada industri medis dan perawatan kesehatan mempunyai potensi besar untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan. Telemedicine dikembangkan sebagai sarana untuk mentransfer pengetahuan medis khusus dari fasilitas medis ke daerah terpencil yang memerlukannya, namun terdapat masalah keuangan, logistik, dan kekurangan tenaga ahli.
Telemedis telah banyak digunakan dalam konteks yang lebih luas untuk kuliah online, pendidikan kedokteran, dan bahkan Tindakan medis jarak jauh. Dalam makalah ini, kami ingin membahas secara khusus peran telemedicine dalam upaya kami menjangkau komunitas kedokteran gigi di Indonesia, tidak hanya dalam aspek penyebaran pengetahuan namun juga pemanfaatannya dalam pelayanan komunitas internasional.
Laporan kasus ini bertujuan untuk mendokumentasikan manfaat rinci dari Dental Session yang diadakan selama konferensi Asia-Pacific Advanced Network (APAN). Awalnya, tujuan sesi kedokteran gigi di konferensi APAN adalah untuk memberikan informasi terkini kepada dokter gigi di wilayah Asia Pasifik tentang ilmu kedokteran gigi. Program ini telah kami perluas untuk mencakup pengembangan komunitas di seluruh dunia, staff/student mobilities, serta pendidikan formal dan pengabdian masyarakat internasional dengan beberapa inovasi.
Agar sesi perawatan gigi efektif, manajemen waktu adalah faktor kuncinya. Untuk memastikan bahwa setiap orang siap untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, penyelenggara program harus merencanakan dan mengkoordinasikan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Desain, pelaksanaan, atau hasil sesi harus dievaluasi secara cermat pada pertemuan penilaian untuk memandu peningkatan kualitas di masa depan. Setelah setiap pertemuan, penyelenggara program memberikan survei Google Form kepada semua peserta. Setelah pandemi COVID-19 berakhir, kami memulai sesi konferensi APAN mengenai gigi hybrid.
Dental session yang sebelumnya selalu dilaksanakan secara online berbasis video conference, mulai dilaksanakan secara online dan offline mulai tahun 2021. Kami menyediakan ruang konferensi yang representatif untuk menampung audiens yang ingin hadir secara langsung, sehingga Dental Dession konferensi APAN dapat dihadiri dengan tiga cara, yakni hadir langsung di kampus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, presentasikan secara online melalui platform Zoom, dan presentasikan secara online melalui streaming YouTube.
Sejak awal, dental session konferensi APAN dirancang untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (remote education). Inilah nilai pokok dan tujuan utama program ini. Mahasiswa mendapat keuntungan mendapatkan ceramah dari para ahli dari Jepang yang sesuai dengan topik studinya. Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mudah dan murah. Akademisi dan pakar dari Jepang berbagi pengalaman klinis dan penelitian terbaru mereka, yang menjadikan pengalaman belajar siswa menyenangkan.
Setelah program kami diperluas menjadi hybrid pada tahun 2021, jumlah penonton meningkat drastis, seperti terlihat pada gambar di atas. Karena hadirin tidak hanya berasal dari mahasiswa tetapi juga dari komunitas kedokteran gigi Indonesia, maka tujuan dari program ini dapat diperluas sebagai pengabdian masyarakat internasional.
Sejak itu, program ini bermanfaat tidak hanya untuk tujuan pendidikan tetapi juga untuk pengembangan masyarakat. Program ini memberdayakan dokter gigi Indonesia sebagai sebuah komunitas dengan mentransfer pengetahuan dan pengalaman. Hal ini dapat dikatakan sebagai program yang inovatif karena kegiatannya dapat memberikan manfaat ganda dari segi akademik dan pengembangan masyarakat.
Sejak awal, dental session konferensi APAN dirancang untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (remote education). Inilah nilai pokok dan tujuan utama program ini. Mahasiswa mendapat keuntungan mendapatkan ceramah dari para ahli dari Jepang yang sesuai dengan topik studinya. Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mudah dan murah. Akademisi dan pakar dari Jepang berbagi pengalaman klinis dan penelitian terbaru mereka, yang menjadikan pengalaman belajar siswa menyenangkan.
Setelah program kami diperluas menjadi hybrid pada tahun 2021, jumlah penonton meningkat drastis, seperti terlihat pada gambar di atas. Karena hadirin tidak hanya berasal dari mahasiswa tetapi juga dari komunitas kedokteran gigi Indonesia, maka tujuan dari program ini dapat diperluas sebagai pengabdian masyarakat internasional.
Sejak itu, program ini bermanfaat tidak hanya untuk tujuan pendidikan tetapi juga untuk pengembangan masyarakat. Program ini memberdayakan dokter gigi Indonesia sebagai sebuah komunitas dengan mentransfer pengetahuan dan pengalaman. Hal ini dapat dikatakan sebagai program yang inovatif karena kegiatannya dapat memberikan manfaat ganda dari segi akademik dan pengembangan masyarakat.
Dental Session pada konferensi APAN yang rutin diselenggarakan atas kerja sama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga dan TEMDEC ini menghasilkan beberapa manfaat, yakni meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran gigi bagi institusi yang terlibat karena siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan; mendukung pengembangan masyarakat karena program ini menyebarkan pengetahuan bagi dokter gigi Indonesia dan memberdayakan masyarakat kedokteran gigi; membangun kolaborasi antar institusi yang terhubung pada konferensi tersebut; dan hasil-hasil dalam hal staff mobility dan student mobility, baik inbound maupun outbound.
Penulis: Aqsa Sjuhada Oki, drg, MKes, Tomohiko Moriyama, Kuriko Kudo, Sariesendy Sumardi, Yossy Yoanita Ruana Puteri Fizhillah
Sumber: Utilization of dental sessions at APAN conferences for education and community development





