Kulit merupakan organ yang kompleks dengan banyak fungsi, salah satunya sebagai pelindung tubuh secara fisik dan imunologis dari bahaya yang ada di lingkungan. Mencuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan pada masa pandemi. Mencuci tangan terlalu sering dapat menyebabkan berbagai perubahan tekstur kulit, dari kulit kering hingga dermatitis kontak iritan, dan dalam kasus yang jarang, dermatitis kontak alergi. Penyakit kulit ini disebabkan oleh kombinasi dari penyebab fisik, farmakologis, dan imunologis. Akibatnya, kulit sebagai garis pertahanan pertama terhadap paparan bahan kimia termasuk sabun, deterjen, dan alkohol, dapat terjadi kerusakan. Hal ini berkontribusi terhadap terjadinya dermatitis tangan, khususnya pada tenaga kesehatan. Dermatitis tangan merupakan suatu tipe eksim atau dermatitis kontak pada tangan yang disebabkan oleh bahan iritan atau alergen. Dermatitis tangan adalah kondisi peradangan kulit tangan yang memiliki efek merugikan jangka panjang pada kualitas hidup seseorang dan dapat menimbulkan beban ekonomi.
Pada tahap akut, sering terjadi bercak, bintil kemerahan, plenting berair, hingga bengkak di tangan. Sedangkan kulit bersisik, kulit retak, dan penebalan kulit adalah gejala yang sering ditemui pada tahap kronis. Rasa gatal, terbakar, nyeri, gangguan tidur, dan gangguan emosional adalah beberapa gejala subjektif yang juga dapat ditemui pada penderita dermatitis tangan. Dermatitis dapat disebabkan oleh faktor pekerjaan atau diluar pekerjaan. Dermatitis dapat mempengaruhi berbagai macam bagian tubuh, termasuk tangan. Menurut data epidemiologi, dermatitis tangan ditemukan pada 80-90% pasien dermatitis kontak akibat kerja (DKAK). Ada beberapa sumber bahan iritan di tempat kerja, termasuk senyawa alkali seperti sabun, deterjen, dan cairan pembersih.
Penggunaan larutan pembersih tangan telah bertambah dengan pesat di seluruh dunia, dan berbagai kasus akibat penggunaannya telah dilaporkan. Paparan bahan iritan dapat melemahkan fungsi sawar kulit dengan mengurangi zat lemak yang menyusun bagian terluar kulit yang berfungsi sebagai sawar kulit atau penipisan lapisan terluar kulit. Hal lain yang dapat menyebabkan dermatitis tangan adalah alergi. Dalam Sebagian besar kasus, paparan berulang pada bahan yang menyebabkan alergi akan menginduksi reaksi alergi yang lambat, di mana reaksi ini tidak langsung terjadi pada saat paparan tapi dapat terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah paparan.
Terdapat banyak pilihan untuk menangani dermatitis tangan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah prosedur eliminasi, yaitu menghilangkan paparan penyebab di tempat kerja. Hal ini sulit untuk dilakukan namun merupakan metode pencegahan yang paling efektif. Mengganti bahan berbahaya dengan bahan yang lebih tidak iritatif juga dapat dilakukan. Metode selanjutnya adalah isolasi dan kontrol secara teknis, yang merupakan metode untuk menghindari kontak pekerja dengan bahan yang berbahaya. Kontrol administratif juga dapat dilakukan dengan mengubah pekerjaan yang dilakukan, seperti merotasi staf ke tugas yang berbeda. Hal terakhir adalah perlindungan pribadi untuk melindungi pekerja, yaitu dengan memberikan edukasi kepada pekerja tentang penggunaan alat pelindung diri yang memadai, seperti penggunaan sarung tangan yang tepat dan sesuai.
Menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, tangan harus dibersihkan dengan benar (termasuk kuku, sela-sela jari, dan pergelangan tangan) selama minimal 20 detik dengan air hangat dan sabun setelah berada di tempat umum, sebelum makan, setelah batuk atau bersin, setelah menggunakan kamar mandi, dan setiap kali tangan tampak kotor. Untuk menghindari iritasi pada kulit, ada baiknya Anda mencuci tangan dengan gerakan lembut. Setelah mencuci tangan, penggunaan pelembab sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit dan mencegah reaksi kulit lebih lanjut. Lotion atau krim pelembab dapat dioleskan beberapa kali sepanjang hari, terutama setelah mencuci tangan. Ada banyak jenis pelembab yang tersedia. Pelembap yang memiliki kandungan jenis pelembap humektan dan oklusif sangat disarankan. Pelembap humektan bekerja dengan menarik air dari lingkungan dan lapisan kulit yang lebih dalam, sedangkan pelembap oklusif mencegah kehilangan air dan meminimalkan iritasi dari lingkungan. Sebelum memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan, disarankan untuk mencuci tangan dan memakai pelembap terlebih dahulu.
Penulis : Sylvia Anggraeni,dr.Sp.KK
Info detail dari tulisan ini dapat dilihat pada artikel kami di :
https://ijrp.org/paper-detail/2639
Hand Dermatitis Due to Hand Hygiene During the Pandemic COVID-19
International Journal of Research Publication





