Dermatomiositis (DM) merupakan penyakit autoimun sistemik yang ditandai dengan adanya inflamasi miopati dan keterlibatan kulit. Penyakit ini termasuk penyakit langka dengan angka kejadian 1 per 100.000 orang. DM umumnya menyerang anak usia 5 hingga 14 tahun.
Seorang anak usia 6 tahun mengeluhkan adanya bercak merah pada lulut dan luka pada belakang lutut sejak 4 bulan yang lalu. Selain itu, terdapat bercak merah yang menjadi bercak putih dan kulit menebal pada ruas-ruas jari. Kemerahan disekitar mata dan punggung sejak 2 bulan yang lalu. Pasien mengalami kelemahan otot khususnya anggota gerak sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan helioptre sign, shawl sign, gottron papules dan gottron sign. Pemeriksaan histopatologi ditemukan atrofi epidermis, rete ridges sebagian memendek dan rata. Hipopigmentasi sel basal. Tidak ada degenerasi vakuolar sel basal. Pada dermis, terjadi infiltrasi limfosit pada dermoepidermal junction dan dermis superfisial. Pasien diberikan terapi metilprednisolon oral 12mg setiap 8 jam selama 14 hari, krim mometason furoat 0.1% setiap 12 jam, perawatan luka dan latihan kekuatan otot oleh dokter rehabilitasi medik.
Gejala dermatologis DM adalah fokus utama dari kondisi ini dan penilaian akuratnya sangat penting untuk deteksi dini. Setiap pasien dengan DM memerlukan strategi pengobatan yang mempertimbangkan tingkat keparahan kondisi kulit, adanya penyakit otot yang terjadi bersamaan, keterlibatan sistemik, dan kondisi medis lain yang ada. Pada pasien kami, kami memberikan kortikosteroid sistemik (metilprednisolon oral 12 mg setiap 8 jam selama 14 hari) dan topikal (krim mometason furoat 0,1% setiap 12 jam) disertai perawatan luka dan latihan kekuatan otot oleh dokter rehabilitasi medik.
Dermatomyositis adalah penyakit inflamasi multisistem yang langka. Penting bagi dokter kulit untuk mengetahui penyakit ini secara jelas, sehingga dapat menegakkan diagnosis dan melakukan penatalaksanaan yang tepat.
Penulis : dr. Olivia Awwalin Sunarto, dr. Rahmadewi, Sp.DVE, Subsp. D.K.E
Informasi lebih lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/2873
Juvenile dermatomyositis in a 6 year old boy: A rare case. Olivia Awwalin Sunarto, Rahmadewi, Putri Hendria Wardhani, Yuri Widia, Trisiswati Indranarum, Irmadita Citrashanty, Damayanti, Sawitri, Dwi Murtiastutik.





