Universitas Airlangga Official Website

Deteksi Dini Gangguan Belajar dan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder pada Anak Sekolah Dasar

Studi ini membahas tentang deteksi dini gangguan belajar dan gangguan hiperaktivitas/defisit perhatian (ADHD) pada anak-anak di sekolah dasar. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi dini tanda-tanda dan gejala gangguan belajar pada anak-anak, serta mengelola gangguan tersebut dengan tepat. Metode penelitian melibatkan skrining terhadap 126 siswa sekolah dasar menggunakan Kuesioner Kesulitan Belajar Colorado (CLDQ) dan Skala Penilaian Perilaku Hiperaktivitas Anak Indonesia (SPPAHI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 17,5% anak memerlukan perhatian dan rujukan terkait gangguan belajar, sedangkan 15,1% anak memiliki risiko tinggi ADHD. Studi ini juga menemukan bahwa 86,4% anak dengan gangguan belajar memiliki risiko tinggi ADHD. Pendidikan kepada orang tua anak yang mengalami gangguan belajar dilakukan sebagai tindak lanjut dari deteksi dini. Kesimpulannya, deteksi dini gangguan belajar dan pendidikan kepada orang tua sangat penting dalam pengelolaan gangguan belajar pada anak.

Gangguan belajar pada anak merupakan masalah yang sering dihadapi di sekolah. Gangguan belajar tersebut dapat mempengaruhi kemampuan belajar, prestasi akademik, dan perkembangan sosial-emosional anak. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengelolaan gangguan belajar pada anak di sekolah sangat penting untuk mengoptimalkan potensi belajar anak dan memberikan dukungan yang diperlukan. Gangguan belajar pada anak dapat menghambat kemampuan belajar anak dan mempengaruhi prestasi akademik mereka. Beberapa jenis gangguan belajar umum meliputi disleksia, diskalkulia, disgrafia, gangguan bahasa, dan ADHD

Prevalensi gangguan belajar pada anak dapat bervariasi di berbagai populasi, tergantung pada faktor budaya, lingkungan, dan akses terhadap kesehatan dan pendidikan. Faktor-faktor genetik, neurobiologis, lingkungan, psikososial, kesehatan, dan pendidikan dapat berperan dalam menyebabkan gangguan belajar pada anak. Gangguan belajar pada anak dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk prestasi akademik, sosial, dan emosional. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda gangguan belajar pada anak dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Dalam pengelolaan gangguan belajar pada anak, langkah-langkah yang dapat diambil mencakup identifikasi dan evaluasi gangguan belajar, perencanaan respons yang terpadu, intervensi akademik yang spesifik, dukungan emosional dan motivasi, kerjasama antara orang tua, guru, dan tenaga medis, konseling kepada anak, orang tua, dan guru, serta pencegahan jangka panjang dan pemantauan. Penting bagi para profesional kesehatan atau pendidikan yang berkompeten untuk membuat diagnosis gangguan belajar berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap anak yang bersangkutan

Penelitian ini dilakukan di Surabaya dengan melibatkan siswa-siswa sekolah dasar sebagai sampel. Hasil skrining menggunakan CLDQ dan SPPAHI menunjukkan adanya anak-anak yang memerlukan perhatian dan rujukan terkait gangguan belajar dan ADHD. Pendidikan kepada orang tua anak yang mengalami gangguan belajar juga telah dilakukan sebagai tindak lanjut dari deteksi dini. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya deteksi dini gangguan belajar dan pengelolaan yang tepat dalam membantu anak-anak mengatasi masalah belajar mereka.

Penulis: Dr. Yunias Setiawati, dr.,Sp.K.J(K)

Jurnal: Early Detection of Learning Disorders and Attention Deficit Hyperactivity Disorder Among Children in Elementary School