Universitas Airlangga Official Website

Digitalisasi UMKM Dusun Pancer Desa Sumberagung melalui Sistem Pembayaran Non-Tunai QRIS, Mendukung SDG 8

Digitalisasi UMKM di Dusun Pancer, yang merupakan kawasan strategis karena berada di sekitar destinasi wisata unggulan Pulau Merah.
Digitalisasi UMKM di Dusun Pancer, yang merupakan kawasan strategis karena berada di sekitar destinasi wisata unggulan Pulau Merah.

UNAIR NEWS – Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dikembangkan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Program ini secara khusus dilaksanakan di Dusun Pancer, yang merupakan kawasan strategis karena berada di sekitar destinasi wisata unggulan Pulau Merah. Salah satu bentuk digitalisasi yang diterapkan adalah penggunaan metode pembayaran non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Kegiatan digitalisasi ini melibatkan pelaku UMKM lokal serta mahasiswa BBK yang berperan dalam memberikan sosialisasi dan pendampingan teknis penggunaan QRIS melalui layanan GoPay Merchant. Program ini dilaksanakan pada Januari 2026 di kawasan wisata Pulau Merah, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Desa Sumberagung, khususnya pada sektor kuliner, suvenir, dan jasa pariwisata.

Melalui kegiatan pendampingan ini, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai proses pendaftaran GoPay Merchant, tata cara penggunaan QRIS, serta manfaat penerapan transaksi non-tunai dalam kegiatan usaha sehari-hari. Sistem pembayaran digital ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi, mengurangi risiko kehilangan uang tunai, serta membantu pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan yang lebih tertib dan transparan. Selain itu, penggunaan QRIS juga memberikan kemudahan bagi wisatawan yang semakin terbiasa menggunakan metode pembayaran digital saat berkunjung ke kawasan wisata.

Salah satu pelaku UMKM yang bernama mak yem menyampaikan, “Dengan adanya pembayaran QRIS, pengunjung jadi tidak kesulitan saat melakukan pembayaran dan transaksi menjadi lebih praktis meskipun tidak membawa uang tunai.”

Pelaksanaan digitalisasi UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendukung perekonomian Desa Sumberagung. Seiring dengan hal tersebut, penerapan teknologi pembayaran digital menjadi bagian dari upaya pengembangan kawasan wisata Pulau Merah agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan wisatawan.

Melalui digitalisasi ini, UMKM Dusun Pancer diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha, memperluas akses dan peluang pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kawasan wisata Pulau Merah sebagai destinasi yang modern, efisien, dan ramah bagi pengunjung.

Penulis: Abiyyu Abdul