UNAIR NEWS – Pemberdayaan ekonomi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan yang tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Kedua tujuan tersebut menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk memperkuat usaha mikro di tingkat masyarakat.
Sejalan dengan komitmen tersebut, pada hari Kamis, 15 Januari 2026, Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga melaksanakan salah satu program kerja di bidang pemberdayaan ekonomi berupa pendampingan pembuatan dan penggunaan QRIS bagi warung-warung di Dusun Jegreg, Desa Kalitengah. Kegiatan ini menyasar pemilik warung sebagai pelaku usaha mikro yang memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi desa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 UNAIR melakukan pendampingan secara langsung dengan mendatangi warung-warung untuk memberikan edukasi mengenai manfaat transaksi non-tunai, membantu proses pendaftaran QRIS, serta melakukan simulasi penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Pendekatan ini dilakukan secara personal agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh pemilik usaha. Adapun setelah rentang waktu beberapa hari, mahasiswa BBK 7 UNAIR kembali mendatangi warung-warung yang dibuatkan QRIS dengan tujuan melakukan peninjauan kembali pasca pembuatan QRIS.
Setelah beberapa hari pembuatan, tidak ditemui kendala yang cukup menghambat dalam penggunaan QRIS. Tetapi, memang belum banyak warga yang bisa memanfaatkan QRIS tersebut, hanya muda-mudi saja yang menggunakan pembayaran digital. Hal tersebut memang terjadi karena sebagian besar penduduk Desa Kalitengah khususnya di Dusun Jegrek memang didominasi oleh lansia dan paruh baya. Para penjual yang dibuatkan QRIS merasa terbantu karena ketika melakukan pembayaran tidak perlu menyiapkan uang kembalian, tetapi memang harus lebih teliti untuk melakukan pengecekan apakah pembayaran sudah berhasil atau belum.
Program ini mendukung SDG 8 melalui penguatan kapasitas usaha mikro agar lebih efisien dan berdaya saing, serta SDG 9 melalui pemanfaatan teknologi keuangan sebagai bagian dari inovasi ekonomi desa. Dengan diadakannya program ini, diharapkan Peserta BBK 7 UNAIR dapat mendorong pelaku usaha mikro agar lebih adaptif terhadap sistem pembayaran digital serta meningkatkan kemudahan dan keamanan transaksi sehari-hari.
Penulis: Dhiyau Nabila





