Universitas Airlangga Official Website

Dinoflagellata di Tiga Muara di Teluk Bone

Ilustrasi Dinoflagellata (sumber: slideshare)

Dinoflagellata adalah kelompok protista yang berflagel ganda dan uniseluler. Pasang merah adalah fenomena yang disebabkan oleh mekarnya dinoflagellata, beberapa di antaranya beberapa di antaranya menghasilkan racun. Selama siklus hidup mereka siklusnya, dinoflagellata dapat membentuk kista untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Kista tersebut, yang juga disebut dinokista, dilindungi oleh membran polimer yang sangat tahan yang disebut dinosporin, memungkinkan kista diawetkan dalam lapisan sedimen. Dinoflagellata Kista di masa lalu dan kumpulan modern telah digunakan sebagai bioindikator untuk perubahan beberapa parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut, salinitas, tutupan es di laut laut, dan produktivitas.

Dinoflagellata sangat beragam, terdiri dari autotrof fototropik dan heterotrof, dan kelompok fitoplankton ini memainkan peran penting dalam produktivitas ekosistem laut dan air tawar. Selain itu, dinoflagellata telah mengembangkan strategi nutrisi yang kompleks. Banyak dinoflagellata yang bersifat meroplanktonik, dan juga mengembangkan tahap istirahat atau kista (dinokista) sebagai bagian dari siklus hidup mereka.

Analisis sampel sedimen permukaan untuk memeriksa perubahan kumpulan dinokista oleh Harland dkk. (2004b) dan Wang dkk. (2004) menemukan bahwa interaksi yang kompleks dengan kondisi lingkungan dapat mempengaruhi variasi temporal dalam komposisi kumpulan dinokista. Harland dkk. (2004a, b) menemukan bahwa pola kelimpahan kista musiman dapat ditentukan oleh stabilitas air dan ketersediaan nutrisi. Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa pola produksi kista merupakan proses ekologi yang kompleks dan tidak dapat diprediksi, sehingga survei jangka panjang perlu dilakukan untuk mengumpulkan data yang representatif untuk mendeteksi skala variasi temporal pada beberapa tingkat, misalnya tingkat individu, populasi dan komunitas.

Secara umum, morfologi kista dinoflagellata bersifat spesifik untuk setiap spesies dan dinokista dapat diidentifikasi berdasarkan beberapa ciri khas seperti bentuk dan ukuran, ornamen atau proses yang timbul dari permukaan kista, struktur dinding dan warna, dan tipe arkeopoda. Karakteristik-karakteristik ini morfologi dan struktur kista secara luas dipertimbangkan fitur penting untuk identifikasi kista, meskipun keragaman dalam karakteristik morfologi seperti itu lebih sering diamati pada morfotipe kista berdinding organik daripada kista berkapur. Khususnya, ada variasi yang cukup besar dalam karakteristik morfologi kista dalam satu spesies.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penelitian tentang karakteristik kumpulan kista dinoflagellata di Teluk Bone, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kami mempelajari keanekaragamannya, kelimpahan keseluruhan dan relatif, dan kista dinoflagellata yang dikumpulkan dari sedimen permukaan yang baru saja diendapkan di muara dari tiga sungai yang bermuara di Teluk Bone (Sungai Teko, Sungai Tangka Tangka, dan muara sungai Panyula). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memeriksa perbedaan dalam kumpulan dinoflagellata di tiga muara sungai di Teluk Bone.

Penulis: Dr. Eng. Sapto Andriyono

Tulisan lengkap pada link: https://link.springer.com/article/10.1007/s12601-024-00142-5

Sitasi : Rukminasari, N., Andriyono, S., & Hidayani, A. A. (2024). Dinoflagellate Cyst Assemblage, Abundance and Distribution in Three Estuaries in Bone Bay, South Sulawesi, Indonesia. Ocean Science Journal59(2), 1-13.