UNAIR NEWS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggandeng Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga gelar pengesahan Sholawat Badar sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pagelaran itu berlangsung pada Senin (23/10/2023) dan dihadiri langsung oleh Gus Saiful Islam sebagai keturunan langsung dari KH Ali Mansur yang merupakan pencipta Sholawat Badar.
Dr Hudiyono M Si sebagai Kepala Disbudpar Jawa Timur menyampaikan dalam sambutannya bahwa saat ini terdapat sekitar 1200 seni dan budaya di Indonesia yang telah teruji kebenarannya oleh para ahli. Tahun ini sendiri sekitar 13 lolos dalam uji kebenaran.
Ia kemudian menuturkan bahwa budaya memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya dapat digunakan sebagai pengetahuan yang dapat diimplementasikan dalam suatu problematika.
“Budaya itu identik dengan peningkatan ekonomi dan penurunan kemiskinan. Semakin budaya diurus, digali, dan dirawat maka tingkat kemiskinan akan turun. Mengapa demikian? Karena pengembangan budaya akan meningkatkan adanya event dan meningkatkan peluang ekonomi,” jelasnya.
Warisan Budaya
Selanjutnya, Dr Listiyono Santoso SS M Hum, sebagai Wakil Dekan I FIB UNAIR menjelaskan dalam sambutannya mengenai syair sholawat sebagai salah satu ekspresi umat Islam pada masa lampau terhadap kecintaan pada Nabi Muhammad SAW. Sholawat Badar sendiri merupakan wujud warisan budaya asli Indonesia.
“Jika tidak sesegera mungkin disahkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, saya yakin pasti akan banyak yang tidak mengetahui bahwa Sholawat Badar adalah karya dari anak bangsa. Sholawat Badar ini menjadi tradisi lisan yang sampai saat ini masih melekat di kalangan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa FIB UNAIR turut mendukung Disbudpar secara penuh terkait pendaftaran dan pemrosesan Sholawat Badar sebagai Warisan Budaya Tak Benda. FIB juga selalu mengupayakan menjadi fakultas yang tidak hanya menjaga budaya sebagai bagian terpenting namun juga melakukan pelestarian, penerapan, dan pembinaan yang dalam hal ini tidak hanya mengenai Warisan Budaya Tak Benda tetapi juga sepuluh objek pemajuan kebudayaan lainnya.
“Di sini, FIB UNAIR berkomitmen dengan Disbudpar Jatim untuk selalu berupaya menjadi garda terdepan dalam memajukan kebudayaan. Supaya budaya ini akan selalu terwariskan pada generasi ke depan.”
Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini turut dimeriahkan oleh penampilan BSO Teater Gapus, Banjari SKI Fakultas Ilmu Budaya, serta penampilan tari dari Unit Kegiatan Tari dan Karawitan UNAIR. Pengesahan ini digelar di Museum Mpu Tantular, Sidoarjo dan dihadiri oleh sekitar 50 peserta.
Penulis : Ilma Arrafi Nafi’a
Editor : Khefti Al Mawalia





