Universitas Airlangga Official Website

Diskusi Empiris Dari Pendidikan Tinggi Pakistan yang Menggunakan Teori Psikologi Awam

Dari sudut pandang teori, kepemimpinan autentik belum dibahas secara mendalam terkait dengan hubungannya terhadap komitmen dan kinerja dalam suatu organisasi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disiapkan dan dibagikan kepada profesional pendidikan tinggi di Islamabad. Hasil penelitian ini menunjukkan manusia membutuhkan sosok pemimpin yang autentik dan memiliki kinerja yang lebih baik. Studi ini menyoroti fenomen baru agar pembaca dapat lebih memahami apa arti pemimpin yang autentik.

Teori kepemimpinan telah berdampak signifikan pada politik dan kehidupan organisasi (Holmes et al ., 2021). Semakin berkembangnya teori kepemimpinan, muncul pemikiran kepemimpinan yang unik, salah satunya adalah kepemimpinan autentik. Pemimpin autentik adalah pemimpin yang optimis, memimpin dari hati, memiliki standar etika dan moral yang tinggi dan peduli terhadap rakyatnya (Avolio dan Gardner, 2005 ; Bank et al ., 2016). Keaslian atau autentik dapat dihasilkan dari tuntutan sosial dan kepatuhan terhadap standar sosial sebagai bagian penting dari kepribadian. Dengan kata lain, otentisitas mengukur seberapa erat hubungan perilaku seseorang terhadap lingkungan dan konsep dirinya (eg Ajzen, 2002 ; Hopwood et al ., 2021). Karakteristik kepemimpinan autentik ini memiliki hubungan dengan kesuksesan organisasi. Kesuksesan organisasi biasanya dikaitkan dengan komitmen dan kinerja (Ribeiro et al ., 2018 ; Nasab dan Afshari, 2019 ; Abbas dkk ., 2020b). Sebagian besar studi yang telah dilakukan pada hubungan antara komitmen dan kinerja memusatkan perhatian mereka pada aspek cita-cita organisasi yang konsisten dengan kebutuhan manusia (Haworth, 1984 ; Meyer et al ., 1989 ; Meyer et al ., 2004 ; Crook et al ., 2011 ; Borman dan Motowidlo, 2014 ; Carter dan Youssef-Morgan, 2019). Dengan kata lain, komitmen dan kinerja pemimpin yang menekankan pada kebutuhan manusia memiliki tingkat kesuksesan organisasi yang lebih besar. Komitmen dan kinerja pemimpin yang menekankan pada kebutuhan manusia dimiliki oleh pemimpin dengan karakter yang autentik. Studi ini sangat penting di Pakistan, di mana literatur tentang kepemimpinan secara umum dan penelitian kepemimpinan transformasional masih belum banyak (Shafi et al ., 2020). Studi ini menginspirasi para pemimpin autentik dalam pendidikan tinggi di Pakistan untuk mengisi kesenjangan dan memberikan pengetahuan dalam penerapannya.

Fondasi kepemimpinan autentik adalah pemahaman seseorang tentang hidupnya (Srivastava, 2018). Kesadaran diri, transparansi rasional, proses yang seimbang, dan moralitas probadi dan etika adalah empat fitur penting dari psikologi positif yang menjadi dasar komponen teoretis kepemimpinan autentik (Northouse, 2015 ; Abbas dkk ., 2021a , b).

Terdapat hubungan antara kepemimpinan autentik dengan komitmen dan kinerja pimpinan.

  1. Pertama, terdapat hubungan antara kepemimpinan autentik dengan komitmen. Motivasi pengikut didorong oleh orang-orang yang memiliki moral, memiliki etika, dan sadar akan diri merek sendiri. Kemampuan pemimpin autentik untuk mencerna informasi dan menunjukkan pemrosesan yang seimbang meningkatkan kepercayaan pengikut mereka. Gaya kepemimpinan yang secara etis, rendah hati, dan tulus, mengurangi kemungkinan perputaran karyawan (Avolio et al ., 2004 ; Xiong et al ., 2016 ; Lee et al ., 2019 ; Lemoine et al ., 2019). Sehingga, kepemimpinan yang autentik mengarah pada peningkatan komitmen.
  2. Kedua, terdapat hubungan antara kepemimpinan autentik dengan kinerja. Kesuksesan sebuah perusahaan bergantung pada integritas moral karyawan dan manajemennya. Beberapa orang yang memegang otoritas menyembunyikan identitas asli mereka. Sehingga, beberapa orang kehilangan pandangan tentang siapa mereka (Duignan dan Bhindi, 1997). Pemimpin autentik adalah individu yang optimis yang mengedepankan akuntabilitas melalui transparansi. Pemimpin autentik dapat memupuk hubungan dengan pengikutnya karena didasarkan pada standar moral. Otentisitas pada individu merupakan paradigma kepemimpinan yang menitikberatkan pada pengembangan kredibilitas seorang pemimpin. Integritas dalam kepemimpinan sangat penting untuk kinerja pengikut (Sagnak et al ., 2017 ; Gardner et al ., 2021 ; Tende dan Amah, 2021). Pemimpin dan pengikutnya harus terus terlibat dalam kesadaran diri, saling percaya dan keterbukaan (Nasab dan Afshari, 2019). Dengan demikian ketika anggota organisasi dipimpin oleh seorang pemimpin yang autentik, anggota organisasi tersebut akan memiliki kinerja yang lebih baik.

Penelitian ini mengambil responden staf universitas di sektor publik dan swasta di Islamabad, Pakistan. Jumlah sampel penelitian ini adalah 400 dan data diproses menggunakan metode SEM PLS serta menggunakan aplikasi Smart PLS 3.0. Mayoritas responden penelitian ini berusia 30-45 tahun. Sebagian besar sudah menikah dan memenuhi syarat untuk gelar master atau lebih tinggi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran pemimpin yang autentik memiliki pengaruh yang positif terhadap komitmen dan kinerja organisasi. Secara detail dijelaskan bahwa hanya pemrosesan yang seimbang dan transparansi yang dimiliki oleh seorang pemimpin autentik yang akan menghadirkan komitment di organisasi. Di sisi lain, keseluruhan aspek dari pemimpin yang autentik memiliki pengaruh dalam menghadirkan kinerja di dalam organisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan autentik dan mempengaruhi komitmen dan kinerja karyawan. Pengembangan teori mengenai kepemimpinan autentik sangat penting untuk dipelajari. Penelitian telah menunjukkan bahwa teori yang berbeda dapat menangani berbagai permasalahan sosial, budaya, dan psikologis. Khususnya pada kepemimpinan autentik yang erat kaitannya dengan psikologis dan budaya masyarakat. Berbeda dengan dunia barat, gagasan kepemimpinan di kawasan Asia masih relatif belum dikenal. Terdapat pemahaman yang mengatakan bahwa pemimpin Asia akan dipengaruhi oleh sejarah, budaya, dan keadaan bisnis.

Hasil penelitian yang dilakukan di Pakistan ini menunjukkan bahwa karyawan di pendidikan tinggi memiliki kecenderungan alami untuk memiliki kinerja dan komitmen dalam waktu yang panjang. Faktor yang menjadi kunci kinerja dan komitmen tersebut salah satunya adalah hadirnya pemimpin autentik yang memiliki transparansi, dan mampu memproses berbagai hal dengan seimbang. Selain itu, faktor kesadaran diri dan moralitas juga menjadi kunci sehingga karyawan yang mengikuti pemimpin tersebut memiliki komitmen dan kinerja yang baik di dalam organisasi. Oleh sebab itu melalui penelitian ini direkomendasikan kepada berbagai institusi pendidikan tinggi agar memiliki pemimpin dengan karakteristik yang autentik.

Penulis: Dian Ekowati, S.E., M.Si., M.AppCom (OrgChg)., Ph.D.

Jurnal:
Authentic leadership journey: anempirical discussion from Pakistani higher education employing the lay theory of psychology