Universitas Airlangga Official Website

Duduki Posisi Penting di OJK, Alumni FH UNAIR Integrasikan Hukum dan Ekonomi

Mufli Asmawidjaja SH ME, alumni FH UNAIR yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Hukum di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Narasumber)
Mufli Asmawidjaja SH ME, alumni FH UNAIR yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Hukum di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Menapaki karier di sektor jasa keuangan tentu membutuhkan komitmen dan keahlian analisis yang tinggi. Hal inilah yang Mufli Asmawidjaja SH ME buktikan, salah satu alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR). Ia kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Hukum di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mengintegrasikan ilmu hukum dari UNAIR dengan gelar Master Ekonomi, ia sukses mengawal regulasi hukum di tengah pesatnya badai inovasi keuangan digital nasional.

Menempa Karakter Lewat Fondasi Keilmuan FH UNAIR

Kembali mengenang masa perkuliahan pada tahun 1990, Mufli mengaku bahwa berkarier di lembaga seperti OJK sama sekali belum terlintas di benaknya, terlebih karena OJK belum terbentuk masa itu. Baginya, keputusan memilih FH UNAIR murni berlandaskan keyakinan bahwa ilmu hukum adalah fondasi penting untuk memahami kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus instrumen menjaga keadilan sosial.

“Bekal terbesar yang saya bawa dari kampus bukan hanya pengetahuan hukum, tetapi juga kemampuan membangun relasi dan berkomunikasi,” ungkapnya sembari bernostalgia.

Sinergi Hukum-Ekonomi Menjinakkan Tantangan Sektor Keuangan Digital

Sebagai sarjana hukum yang juga mendalami rumpun magister ekonomi, Mufli mampu memadukan dua disiplin ilmu tersebut sebagai senjata analitis dalam merumuskan kebijakan publik yang berdampak luas bagi masyarakat. Ilmu hukum memberinya kerangka berpikir yang sistematis yang mana hal ini sangat krusial dalam perannya di OJK saat ini, terutama di tengah disrupsi teknologi keuangan digital.

“Tantangan terbesar saat ini adalah perubahan yang berlangsung sangat cepat akibat inovasi sektor keuangan digital. Regulasi dituntut adaptif mengikuti zaman. di sinilah pendidikan hukum di UNAIR membentuk kemampuan saya,” jelasnya.

Manifestasi Semboyan Kampus dan Pesan Integritas 

Mufli, selaku alumni UNAIR, meresapi arti semboyan abadi Universitas Airlangga, “Excellence with Morality”. Mufli menegaskan bahwa kalimat tersebut telah mengkristal menjadi prinsip hidup dan kompas moral utamanya dalam memegang jabatan publik.

“Bagi saya, Excellence with Morality bukan hanya slogan, tetapi prinsip hidup. Kompetensi dan profesionalisme memang penting, tetapi semua itu harus dibangun di atas integritas dan moralitas,” ungkapnya.

Mengakhiri sesi wawancara, Mufli menitipkan pesan mendalam bagi mahasiswa UNAIR yang saat ini sedang menempuh perkuliahan. Ia berpesan agar mahasiswa senantiasa fokus memanfaatkan masa kuliah untuk mematangkan kualitas personal daripada mencemaskan masa depan secara berlebihan. Ia mengimbau mahasiswa untuk aktif berorganisasi demi mengasah kemampuan adaptasi dan etika kerja.

“Dunia kerja nantinya tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang mampu beradaptasi, berkomunikasi, dan menjaga etika. Dan yang paling penting, jangan pernah berhenti belajar. Dunia akan terus berubah, tetapi orang yang mau belajar dan menjaga integritas akan selalu memiliki tempat untuk memberi kontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Ragil Kukuh Imanto