Universitas Airlangga Official Website

Dukung SDG 3 dan 4, Mahasiswa BBK 7 UNAIR Berikan Edukasi Bahaya Narkoba dan Kesehatan Reproduksi

Foto tim BBK 7 Barurejo 2 dengan Siswa kelas 9 SMPN 2 Siliragung. (Foto: Ahmad Abid Zhahiruddin)

UNAIR NEWS – Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang rentan terhadap pengaruh lingkungan negatif. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) yang bertugas di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, menggelar program edukasi bertajuk GEN-Z SEHAT & CERDAS.

Kegiatan itu berlangsung di SMP Negeri 2 Siliragung pada Rabu (14/1/2026) dengan menyasar seluruh siswa kelas 9 sebagai target utama. Program ini dirancang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan dan kualitas pendidikan generasi muda.

Pemilihan siswa kelas akhir itu dinilai strategis mengingat mereka berada di ambang masa peralihan menuju jenjang pendidikan menengah atas, di mana tekanan pergaulan (peer pressure) dan rasa ingin tahu terhadap hal baru semakin tinggi.

Program itu berlangsung melalui metode sosialisasi dan pemaparan materi secara langsung. Hal itu merupakan wujud nyata implementasi SDG poin ke-3 (Good Health and Well-being), yang berfokus pada penjaminan kehidupan yang sehat serta pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Materi yang disampaikan diperluas mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba dan kesehatan reproduksi. Mahasiswa menekankan korelasi erat antara penggunaan obat-obatan terlarang dengan hilangnya kontrol diri yang seringkali berujung pada perilaku seksual berisiko.

“Kami memberikan pemahaman mendalam mengenai organ reproduksi, ancaman Penyakit Menular Seksual (PMS), serta dampak destruktif narkoba bagi otak dan masa depan remaja. Tujuannya agar adik-adik di SMPN 2 Siliragung memiliki benteng diri yang kuat,” jelas Mona selaku penanggung jawab program kerja ini.

Selain aspek medis, kegiatan ini juga mendukung SDG poin ke-4 (Quality Education) dengan membekali siswa pengetahuan di luar kurikulum formal. Pemberian edukasi bermanfaat untuk membuka wawasan siswa bahwa pernikahan di usia sekolah berpotensi melahirkan rantai kemiskinan baru dan risiko melahirkan anak stunting.

Siswa dibekali dengan materi strategi manajemen diri (self-control) dan kemampuan menolak (refusal skills). Penanaman karakter itu menekankan agar para remaja memiliki keberanian untuk berkata “tidak” terhadap ajakan teman sebaya yang mengarah pada seks bebas maupun penyalahgunaan narkoba.

Sebagai luaran kegiatan, tim mahasiswa BBK 7 menyusun materi edukasi dalam bentuk leaflet dan media digital sederhana. Materi itu diserahkan kepada pihak sekolah agar dapat terus digunakan sebagai bahan literasi kesehatan yang berkelanjutan bagi siswa setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin

Editor: Khefti Al Mawalia