Menjadi seorang janda atau ibu tunggal bukanlah hal yang mudah. Perceraian seringkali menjadi kenyataan yang sulit untuk dihadapi, terutama pada masyarakat dalam budaya patriarki. Beberapa kenyataan yang mengiringi perceraian, diantaranya kesulitan keuangan, tekanan sosial, dan pengasuhan anak. Stigma keluarga broken home seringkali menambah kesulitan janda atau ibu tunggal untuk berkembang. Persoalan perceraian ini akan terasa semakin kompleks jika dikaitkan dengan realitas perceraian di Madura. Perceraian yang secara hukum memutuskan bahwa suami dan istri sah berpisah, namun seringkali realitas pada masyarakat Madura tidak demikian; Pada kasus tertentu, mantan suami seringkali ikut campur dalam kehidupan mantan istrinya. Dalam situasi seperti itu, kemampuan janda untuk beradaptasi dengan tekanan sangat dibutuhkan.
Pasca perceraian, salah satu faktor yang dapat membantu mempercepat proses penyesuaian adalah dukungan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada perempuan Madura yang bercerai. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Lima orang responden dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria: Perempuan Madura, berusia 20-40 tahun, dan telah bercerai minimal 2 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mendapatkan dukungan sosial terutama dari keluarga dan teman terdekat. Bentuk dukungan yang diberikan antara lain membantu mengurus anak, mendorong untuk menikah lagi, memenuhi kebutuhan ekonomi, dan memberikan dukungan untuk bisa melakukan aktivitas yang bisa memberikan ruang dan kesempatan mengembangkan potensi dan kompetensi diri.
Penulis: Nurul Hartini (Tim Peneliti)
Informasi detil dari tulisan ini dapat dilihat pada tulisan kami:
Social support for divorced madurese women
BIO Web of Conferences 146, 01007 (2024) BTMIC 2024
Yan Ariyani1,2*and Nurul Hartini1
1Faculty of Psychology, Universitas Airlangga, Surabaya – Indonesia.
2Prodi Psikologi, Fakultas Sosial dan Budaya, Universitas Trunojoyo, Bangkalan Madura – Indonesia





