Universitas Airlangga Official Website

Durasi Screen Time di Akhir Pekan Picu Obesitas

Polimorfisme Gen ADIPOQ +45 T>G, Resistensi Insulin dan ICAM-1 pada Remaja Obesitas
Ilustrasi obesitas (Foto: Alomedika)

Masalah gizi lebih dan obesitas pada hampir semua kelompok usia di masyarakat terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Prevalensi masalah gizi lebih pada mahasiswa cukup tinggi dan hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak khususnya masalah kesehatan di masa mendatang. Kehidupan kampus terutama di area perkotaan dapat mengubah gaya hidup dan berperilaku mahasiswa yang dapat menyebabkan munculnya masalah status gizi lebih. Mahasiswa yang tergolong dalam kelompok usia dewasa awal banyak mengalami perubahan perilaku seperti aktivitas fisik dan pola makan sebagai akibat dari adanya transisi dari masa sekolah ke masa kuliah yang dinilai lebih dewasa dan mandiri.

Kemajuan teknologi membawa dampak peningkatan perilaku penggunaan internet dan komputer serta smartphone. Screen time merupakan waktu yang digunakan untuk berhadapan dengan media elektronik seperti TV, komputer baik dengan tujuan untuk mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan dan/atau untuk mengisi waktu luang seperti bermain games, menonton film, dan menggunakan internet. Screen time merupakan salah satu bagian dari perilaku sedentary yang diartikan sebagai suatu bentuk aktivitas yang memerlukan sedikit energi yang dilakukan dengan posisi duduk atau terlentang. penggunaan waktu screen time yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes mellitus tipe 2, dan penyakit jantung koroner.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28,4% mahasiswa menghadapi permasalahan gizi lebih dan obesitas. Penggunaan smartphone mengambil waktu cukup tinggi sekitar 4 jam 20 menut sehari baik di saat hari kerja maupun akhir pekan. Semakin lama penggunaan waktu scrren time untuk aktifitas di luar tugas kuliah pada akhir pekan berhubungan linier dengan status gizi lebih. Lama waktu penggunaan screen time untuk aktivitas social networking dan mendengarkan music lebih tinggi signifikan pada mahasiswa yang obesitas dibandingkan mereka yang status gizi normal.

Lama penggunaan waktu scrren time di akhr pekan untuk aktivitas selain tugas kuliah berhubungan dengan kejadian gizi lebih dan obesitas pada mahasiswa. Hal ini kemungkinan saat aktivitas scrren time akan diikuti dengan konsumsi snack atau makanan camilan tinggi kalori yang memicu terjadinya ketidakseimbangan energi yang masuk dan keluar penyebab obesitas. Penggunaan waktu luang di akhir pekan sebaiknya lebih banyak digunakan untuk melakukan aktivitas fisik daripada penggunaan smartphone dalam rangka pencegahan gizi lebih dan obesitas.

Penulis: Dr. Farapti, dr., M.Gizi

Informasi lebih lengkap dari penelitian dapat diakses pada:

https://e-journal.unair.ac.id/IJPH/article/view/49067/32293

Farapti, F, Puspasari D, Astutik E, Fadilla C, Manikam NRM. (2025). Screen time on weekday and weekend among health college students and the correlation to nutritional statusThe Indonesian Journal of Public Health20(1), 107-119. https://doi.org/10.20473/ijph.v20i1.2025.107-119