UNAIR NEWS – Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang setara dan berkualitas, Paguyuban Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Duta FISIP in Action: Sanggar Belajar Kapirel. Program ini berlangsung setiap hari Minggu selama tiga pekan (15-29/6/2025). Dalam menjalankan program ini, Duta FISIP bekerja sama dengan komunitas pendidikan Kapirel yang berlokasi di pinggir rel Kampung Dupak Magersari, Surabaya.
Dengan pendekatan edukatif, interaktif, dan tematik, kegiatan ini menyasar anak-anak dari komunitas marjinal melalui tiga topik utama. Antara lain Learning English & Indonesian Culture, We Love the Earth, dan Mental Health & Emotions.
Budaya, Lingkungan, dan SDGs 16
Pekan pertama menghadirkan suasana penuh semangat saat anak-anak belajar keberagaman budaya Nusantara melalui lagu, pakaian adat, dan makanan tradisional. Ini tak hanya menumbuhkan apresiasi terhadap budaya, tetapi juga menanamkan nilai toleransi dan harmoni sejak dini. Program ini sejalan dengan SDGs 16 Peace, Justice and Strong Institutions, khususnya dalam membangun masyarakat damai dan inklusif sejak masa kanak-kanak.

(Foto: Paguyuban Duta FISIP UNAIR)
Di pekan kedua, anak-anak mendapatkan pengenalan pada pentingnya menjaga bumi lewat edukasi daur ulang dan praktik menanam. “Dalam program We Love the Earth, kami tidak hanya menyampaikan teori, tetapi langsung mengajak mereka bermain game memilah sampah dan membuat grow kit sebagai pengalaman nyata menanam,” ujar Velicia Giovani, Chairwoman Paguyuban Duta FISIP UNAIR 2024. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari SDGs 13 Climate Action dan SDGs 15 Life on Land, memperkenalkan kesadaran ekologis secara aplikatif bahkan di komunitas yang kurang terlayani.
Emosi, Karakter, dan Kesehatan Mental Anak
Pekan ketiga fokus pada pengenalan emosi dan pengelolaannya secara sehat. Anak-anak menggambar ekspresi, berbagi cerita, dan berdiskusi mengenai perasaan mereka. “Kami percaya bahwa setiap langkah kecil memiliki potensi dampak luar biasa besar bagi masa depan anak-anak dan bangsa,” tutur Velicia. Kegiatan ini mendukung SDGs 3 Good Health and Well-being, dengan menekankan pentingnya kesejahteraan psikologis sebagai bagian dari pendidikan menyeluruh.
Velicia juga menyampaikan, “Kami sangat kagum melihat semangat belajar anak-anak di sana. Meski fasilitas sederhana, mereka tetap antusias. Kami ingin hadir dalam perjalanan mereka dan memberi pengalaman yang berkesan.”
Mahasiswa Belajar dari Ketulusan Anak Kapirel
Pengabdian ini bukan sekadar memberi, tetapi juga menjadi ruang reflektif bagi mahasiswa. “Kami belajar bahwa memberi tidak selalu soal materi, tapi juga waktu, perhatian, dan ilmu yang dibagikan dari hati,” tambah Velicia. Program ini mencerminkan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung SDGs 4 Quality Education dan SDGs 10 Reduced Inequalities, membuktikan bahwa pendidikan adalah hak semua anak, tanpa terkecuali.
Penulis: Samudra Luhur Pambudi
Editor: Yulia Rohmawati





