UNAIR NEWS – Belajar Bersama Komunitas (BBK) menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan edukasi yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Pada Selasa (13/01/2026), tim KKN BBK Universitas Airlangga melaksanakan tiga program edukasi terintegrasi, yakni Petualangan si Gigi Ceria, Celengan Seni, dan Pembuatan Ecobrick, melalui pendekatan kreatif dan partisipatif dengan sasaran utama anak-anak sekolah dasar di Desa Candimulyo.
Petualangan Si Gigi Ceria: Menjaga Kesehatan Gigi Sejak Dini
Program Petualangan si Gigi Ceria dirancang sebagai media edukasi kesehatan gigi dengan metode presentasi dan praktik langsung. Anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut melalui presentasi yang menyenangkan, dilanjutkan dengan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar. Suasana interaktif membuat siswa lebih mudah memahami materi dan berani bertanya seputar kebiasaan menjaga kesehatan gigi sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini, khususnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Program ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui edukasi kesehatan gigi, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran interaktif, serta SDG 6 (Clean Water and Sanitation) dengan penekanan pada penggunaan air bersih dan kebersihan diri dalam aktivitas sehari-hari.
Celengan Seni: Menanamkan Budaya Menabung Secara Kreatif
Pada program Celengan Seni, anak-anak diajak membuat celengan dari kaleng bekas yang kemudian dilukis sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya melatih motorik halus dan imajinasi anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi finansial dasar mengenai pentingnya menabung sejak usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan pemahaman tentang manfaat menabung, cara menyisihkan uang jajan, serta pentingnya perencanaan keuangan sederhana. Program ini bertujuan menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab pada anak-anak. Celengan Seni mendukung SDG 4: Quality Education, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter dan literasi keuangan dasar.
Pembuatan Ecobrick: Edukasi Lingkungan melalui Aksi Nyata
Program Pembuatan Ecobrick dilaksanakan sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Anak-anak diperkenalkan dengan permasalahan sampah plastik dan diajak mempraktikkan cara mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik bersih.
Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali, sekaligus memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Program ini mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pembentukan lingkungan yang bersih dan layak, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan dan pengurangan sampah plastik, serta SDG 13 (Climate Action) dengan mendorong aksi nyata mitigasi perubahan iklim sejak usia dini.
Ketiga program ini saling melengkapi dalam membangun kesadaran anak-anak akan pentingnya kesehatan, pengelolaan keuangan, serta kepedulian lingkungan. Melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan aplikatif, kegiatan pada 13 Januari 2026 ini diharapkan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi generasi muda di Desa Candimulyo.
Berita ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 4: Quality Education, SDG 6: Clean Water and Sanitation, SDG 11: Sustainable Cities and Communities, SDG 12: Responsible Consumption and Production, dan SDG 13: Climate Action.
Penulis: Talitha Haidiy Najlaa Kirana Mindarwoko dan Denita Nur Pasha Salsabillah





