Universitas Airlangga Official Website

Efek Ekstrak Teripang Emas  pada Hifa, Neutrofil dan TNF-α

Foto by K Link Indonesia

Vaginitis kandida merupakan penyakit inflamasi yang terutama disebabkan oleh Candida albicans. Ragi transisi ke hifa berfilamen dianggap sebagai faktor virulensi yang paling penting. Neutrofil adalah yang pertama garis pertahanan sistem kekebalan tubuh, tetapi pada pasien dengan Candidal vaginitis perekrutan neutrofil ke dalam lumen vagina berkorelasi positif dengan gejala penyakit. Hal ini didukung oleh pelepasan sitokin proinflamasi seperti TNF-α. Pengobatan standar dianggap kurang efektif dalam meredakan gejala, sehingga diperlukan pengobatan alternatif/tambahan lainnya. Teripang emas Ekstrak (Stichopus hermanni) telah banyak diteliti terutama untuk anti jamur dan anti inflamasi. Unit percobaan terdiri dari 36 ekor mencit BALB/c yang diinokulasi secara intravaginal dengan C. albicans dan dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok yang tidak mendapat perlakuan (K-), kelompok yang mendapat perlakuan standar flukonazol (K+), kelompok yang mendapat perlakuan ekstrak teripang emas (S. hermanni) (P1) dan kelompok yang mendapat pengobatan standar dengan flukonazol plus ekstrak emas teripang (S. hermanni) (P2).

Jumlah hifa dan neutrofil terlihat secara mikroskopis pada jaringan mukosa vagina. Kadar sitokin TNF-α dilihat dari sampel darah ELISA. Hasil penelitian menunjukkan dari jaringan mukosa vagina mencit terdapat perbedaan jumlah yang bermakna hifa (p = 0,001) antar kelompok dan tidak ada perbedaan bermakna jumlah neutrofil (p = 0,070) antar kelompok. Dari serum darah mencit didapatkan perbedaan kadar TNF-α yang bermakna (p=0,001) antar kelompok. Dari analisis jalur diperoleh hubungan yang signifikan dari jumlah hifa terhadap jumlah neutrofil (p = 0,034) dan jumlah neutrofil terhadap kadar TNF-α (p = 0,021). Kekuatan jalur dari jumlah hifa ke jumlah neutrofil (β= 0,354) dan jumlah neutrofil ke tingkat TNF-α (β = 0,382) dengan interaksi positif semua. pemberian ekstrak S. hermanni mampu menurunkan jumlah hifa, neutrofil dan TNF-α melalui jalur hifa, neutrofil, dan TNF-α.

Penulis: Prof. Dr. Aryati, dr., M.S., Sp.PK(K).

Artikel di kutip dari :

https://phcogj.com/sites/default/files/PharmacognJ-14-4-278.pdf