Diabetes melitus tipe 2 (T2DM) memerlukan kepatuhan diet untuk mengelola kadar glukosa darah yang tinggi. Dalam konseling kalori, klien dan konselor berdiskusi mengenai masalah konsumsi kalori yang berkaitan dengan diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana konseling kalori mempengaruhi kepatuhan diet pasien T2DM. Desain kuasi-eksperimental digunakan untuk secara acak menempatkan 40 pasien T2DM ke dalam kelompok intervensi (n=20) atau kelompok kontrol (n=20). Catatan makanan dikumpulkan sebelum dan setelah konseling, dan analisis dilakukan menggunakan uji T independen.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata konsumsi kalori pasca-intervensi sebesar 132,08 Kkal. Namun, hasil analisis uji T menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok (P=0,26>0,05), yang menunjukkan bahwa konseling kalori berbasis kelompok tidak memiliki dampak signifikan terhadap kepatuhan diet diabetes. Variabel perancu seperti usia, pendidikan, status pekerjaan, dan dukungan keluarga mungkin memengaruhi hasil ini. Disarankan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan bagaimana dukungan keluarga dan faktor demografis dapat meningkatkan kepatuhan diet pada pasien T2DM. Pendekatan ini dapat menghasilkan intervensi yang lebih efektif untuk populasi ini dan pemahaman yang lebih mendalam tentang variabel yang memengaruhi kepatuhan diet.
Penulis: Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D
Baca juga: Strategi Peningkatan Rasa untuk Diet Rendah Garam





