Gingivitis merupakan salah satu penyakit periodontal yang paling umum menyerang orang di seluruh dunia. Perawatan utama untuk gingivitis adalah pembersihan karang gigi dan perataan akar gigi. Namun, meskipun telah dilakukan terapi ini, masalah tersebut masih dapat muncul kembali. Strategi baru untuk mengobati penyakit periodontal bertujuan untuk mempertahankan mikrobiota oral alami sambil memodifikasi respons imun inang. Sinar ultraviolet B (UVB) memengaruhi sistem imun bawaan dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek dari berbagai dosis radiasi ultraviolet B sistemik pada 310 nm pada gingiva menggunakan model tikus gingivitis dengan mengamati jumlah limfosit, makrofag, pembuluh darah baru, fibroblas, dan ekspresi interleukin (IL)-4. Pada penelitian ini, dua puluh lima ekor tikus Wistar gingivitis dibagi menjadi lima kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol P0 (tanpa penyinaran UVB), dan kelompok penyinaran P1, P2, P3, dan P4 (dengan penyinaran UVB masing-masing 12,5, 25, 50, 100 mJ/cm2) setiap hari selama sepuluh hari. Semua kelompok dikorbankan pada hari ke-21, kemudian dilakukan perbandingan jumlah limfosit, makrofag, pembuluh darah baru, fibroblas, dan ekspresi interleukin (IL)-4 melalui pewarnaan Hematoxyline Eosin (HE), dan Immunohistochemical (IHC). Hasil statistik menunjukkan bahwa kelompok P2 memiliki jumlah limfosit, pembuluh darah baru, dan fibroblas tertinggi yang berbeda secara signifikan dengan kelompok P0, P1, dan P4, tetapi tidak berbeda secara signifikan dengan P3. Kelompok P2 juga memiliki ekspresi IL-4 tertinggi, berbeda signifikan dengan kelompok P4 dan tidak berbeda signifikan dengan kelompok P0, P1, dan P3. Kelompok P3 menunjukkan jumlah makrofag tertinggi, berbeda signifikan dengan kelompok P0 dan P1 tetapi tidak berbeda signifikan dengan kelompok P2 dan P4. Disimpulkan bahwa penyinaran UVB sistemik 310 nm dalam berbagai dosis mempengaruhi jumlah limfosit gingiva, makrofag, pembuluh darah baru, fibroblas, dan ekspresi IL-4 pada model tikus gingivitis. Jumlah atau ekspresi masing-masing variabel tidak selalu meningkat dengan peningkatan dosis UVB. Pada dosis 25 mJ/cm2, hampir semua parameter meningkat dan kemudian menurun pada dosis yang lebih tinggi.
Penulis : Chiquita Prahasanti
Artikel penuh dapat dilihat pada laman ; www.rjptonline.org
Diah Diah, Chiquita Prahasanti, Retno Puji Rahayu





