Universitas Airlangga Official Website

Efektifitas Kombinasi Bone – Marrow Mesenchymal Stem Cell dan Platelet – Rich Fibrin untuk Meregenerasi Tulang Fisis: Eksperimen pada Model Cedera Fisis Kelinci

Cryosurgery dan Rekonstruksi Tulang untuk Pengobatan Tumor Tulang Ganas
Sumber: Halodoc

Cedera pada lempeng pertumbuhan (physeal) pada anak-anak merupakan kejadian yang umum, mencakup sekitar 30% dari semua cedera tulang. Biasanya terjadi di sekitar sendi-sendi utama seperti lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan. Cedera ini dua kali lebih sering dialami oleh anak laki-laki, terutama mereka yang aktif dalam olahraga, dan dapat merusak tulang rawan pada lempeng pertumbuhan, sehingga mengganggu pertumbuhan tulang secara normal. Saat ini, penanganan utama lebih berfokus pada pencegahan karena memperbaiki jaringan yang rusak sangat sulit.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dimas Rangga Yudyanda, Komang Agung Irianto Suryoningrat, dan Purwati mengeksplorasi apakah kombinasi antara Mesenchymal Stem Cells (MSC) dan Platelet-Rich Fibrin (PRF) dapat membantu regenerasi tulang di area fisik yang cedera. Cedera pada lempeng pertumbuhan menyebabkan kerusakan tulang rawan, yang kemudian membentuk batang tulang dan menghambat pertumbuhan, yang akhirnya menimbulkan kelainan bentuk. Terapi yang ada saat ini belum mampu sepenuhnya memperbaiki kerusakan pada area fisik yang cedera. Biasanya, tulang rawan yang rusak akan diangkat dan diganti dengan bahan seperti lemak atau semen, tetapi pendekatan ini seringkali kurang efektif karena batang tulang dapat kembali terbentuk.

Penggunaan MSC dalam perawatan regeneratif menawarkan harapan baru. MSC adalah sel yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel, termasuk kondrosit (sel pembentuk tulang rawan), dan dapat diambil dari sumsum tulang, periosteum, atau jaringan adiposa. PRF, yang berasal dari trombosit, dikenal memiliki kemampuan untuk membantu regenerasi jaringan karena bentuk gelnya yang memudahkan aplikasi lokal. PRF juga bertindak sebagai kerangka (scaffold) yang mendukung penyembuhan, dan memiliki keunggulan dibandingkan PRP karena tidak memerlukan antikoagulan atau trombin dari hewan, sehingga lebih aman.

Penelitian ini menguji efektivitas kombinasi MSC dan PRF dalam regenerasi tulang fisik, sebuah topik yang masih jarang diteliti. Harapannya, kombinasi terapi ini dapat menjadi pendekatan baru untuk memperbaiki cedera lempeng pertumbuhan dan meningkatkan regenerasi tulang. Sebagai metode penelitian, 24 ekor kelinci New Zealand White berumur 6 minggu dipilih sebagai subjek. Setelah diaklimatisasi, dilakukan induksi cedera pada lempeng pertumbuhan tibia proksimal. Hewan percobaan kemudian dibagi ke dalam empat kelompok: kontrol, pengobatan MSC, pengobatan PRF, dan kombinasi MSC dan PRF. Setelah 4 minggu, dilakukan analisis histologi dan imunohistokimia untuk mengevaluasi penyembuhan. Diameter batang tulang diukur menggunakan pewarnaan HE, dan ekspresi TNFα, VEGF, serta SOX 9 dinilai menggunakan IHC. Selain itu, ELISA digunakan untuk mengukur konsentrasi ketiga indikator tersebut pada jaringan yang cedera.

Hasil histologi menunjukkan bahwa kombinasi MSC dan PRF menghasilkan regenerasi yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol, MSC saja, atau PRF saja, terutama dalam hal penyatuan fibrous, osteochondral, dan tulang. Analisis imunohistokimia menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada ekspresi SOX-9 antara kelompok kontrol dengan dan antara kelompok MSC dengan MSC-PRF. Indikator VEGF juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan MSC-PRF dan antara PRF dengan MSC-PRF, sedangkan untuk TNF-α, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan. Secara keseluruhan, penggunaan kombinasi MSC dan PRF memberikan hasil yang lebih baik dalam regenerasi tulang, seperti yang ditunjukkan oleh hasil histologi dan analisis imunohistokimia, meskipun hasil statistik tidak selalu menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Penulis: Dimas Rangga Yudyanda, Komang Agung Irianto Suryoningrat, Purwati

DOI: https://doi.org/10.5937/scriptamed56-53332