Universitas Airlangga Official Website

Ekospesies Purba dari Helicobacter Pylori

Ekospesies Purba dari Helicobacter Pylori
Sumber: Merdeka.com

Helicobacter pylori adalah bakteri gram negative yang menyerang mukosa lambung yang dapat  hidup di dalam tubuh manusia dalam waktu yang lama. Infeksi kronis dari bakteri ini menyebabkan tukak lambung dan kanker lambung. Adanya kemampuan beradaptasi bakteri di berbagai host/inang manusia inilah, yang membuat H. pylori memiliki keragaman global yang sangat bervariasi tergantung lokasi geografis serta etnik dari manusia inang. Keberadaan H. pylori juga menjadi biomarker untuk migrasi inang. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang keragaman global patogen manusia yang penting ini, peneliti dari Universitas Airlangga bekerja sama dengan para peneliti dari berbagai negara di dunia yaitu Jepang, Thailand, Vietnam, Iran, Swedia, dan Amerika. Para peneliti tersebut menyusun dan mengumpulkan data berisi 9.188 sekuens genom Helicobacter dari manusia dan inang di seluruh dunia, termasuk banyak populasi yang belum banyak diteliti. Para peneliti menganalisis 6.864 genom H. pylori dan dua genom H. acinonychis yang menginfeksi keluarga Canine dan juga empat kasus yang ditemukan pada kera rhesus dan monyet cynomolgus di Pusat Penelitian Primata UC Davis. Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus terkemuka yaitu Nature.

Berdasarkan hasil analisis genomes, ditemukan jenis baru H. pylori yang disebut “Hardy.”

Strain Hardy dinamai demikian karena diisolasi dari individu yang tinggal di lingkungan yang sulit (hard) digunakan sebagai tempat tinggal seperti daerah dengan suhu ekstrem, kadar oksigen rendah atau kondisi berat lainnya. Sedangkan, strain Ubiquitous ditemukan secara luas pada mayoritas manusia pada umumnya. Strain Hardy pada manusia dimasukkan ke dalam tiga populasi berbeda, hspSiberia, hspIndigenousNAmerica, dan hspIndigenousSAmerica. Bakteri yang tergabung dalam strain Hardy berkerabat dengan H. pylori “Ubiquitous” dari wilayah yang sama di sebagian besar genomnya, tetapi hampir memiliki perubahan polimorfisme nukleotida tunggal yang conserved pada 100 gen. Banyak dari gen ini mengkode outer membrane protein dan host interaction factors. Sebagian besar strains Hardy memiliki dua salinan ekstra dari sitotoksin VacA yang mengeluarkan vakuolisasi dan urease kedua yang bekerja dengan zat besi. Saat ini galur Hardy hanya ditemukan di wilayah yang kecil. Mereka sebagian besar ditemukan pada kelompok penduduk asli Amerika di Amerika dan Siberia, serta pada garis keturunan yang telah menyebar dari manusia ke hewan lain. Data polimorfisme menunjukkan bahwa H. pylori  jenis Hardy dan Ubiquitous hidup bersama di dalam perut manusia modern sebelum akhirnya bermigrasi meninggalkan Afrika dan menyebar ke seluruh dunia melalui migrasi. Selain itu, para peneliti juga mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa cara beradaptasi yang sangat berbeda dapat terbentuk dan tetap stabil dalam populasi bakteri, bahkan ketika kelompok tersebut terus-menerus saling bertukar gen.

Penulis: Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M. Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D

Link: https://doi.org/10.1038/s41586-024-07991-z

Baca juga: IL-8, TNF-α, dan IL-17 dalam Perkembangan Esofagitis Erosif dan Persepsi Gejala pada Penyakit GERD