Mikroplastik merupakan lambang perkembangan dan perbaikan teknologi, pertumbuhan pekerjaan, dan inovasi di seluruh dunia. Senyawa ini lepas ke lingkungan dalam jumlah yang sangat besar. Senyawa ini berasal dari tempat penimbunan limbah plastik, kontainer untuk bahan farmasi dan produk personal care, limbah rumah sakit, asesoris kemasan plastik, dan dari kemasan makanan, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Akibatnya, mikroplastik banyak ditemukan di lingkungan, yang meliputi tanah, sedimen, mikroorganisme, bahkan di air minum. Mikroplastik tergolong mikropolutan baru yang merupakan polimer organik sintetik dengan ukuran lebih kecil dari 5 mm. Menurut Duis and Coors, ukutan mikroplastik antara 1.0 × 10− 4 mm to 5 mm. Moore dan tim melakukan studi pertama kali tentang mikroplastik yang melaporkan level mikroplastik di permukaan air sungai San Gabriel, sungai Los Angeles, dan anak sungai Coyote pada tahun 2011.
Level kontaminasi yang disebabkan oleh mikroplastik sangat dipengaruhi oleh musim, kususnya musim hujan karena proses run-off. Run-off air hujan menyebabkan transportasi mikroplastik ke lingkungan air permukaan. Sebagai contoh, etiap produksi 5.000 g polietilen bisa melepskan ke lingkungan sebanyak 6.000.000 serat selama proses pencucian produk. Lingkungan pantai juga merupakan sumber mikroplastik yang sangat penting. Telah dilaporkan bahwa mikroplastik yang ditemukan di laut berasal dari area di pantai. Selain itu, sungai juga merupakan sumber pencemaran mikroplastik di laut karena sungai seringkali digunakan sebagai tempat pembuangan limbah plastik dan air limbah yang mengandung mikroplastik dari industri yang akhirnya mengalir ke laut. Juga dilaporkan bahwa masa pandemi COVID-19 menyebabkan produksi mikroplastik meningkat drastis. Pada masa tersebut penggunaan plastik sebagai alat pelindung kesehatan, (seperti pelindung wajah dan sarung tangan), dan alat suntik. Pengembangan metode analisis mikroplastik di berbagai jenis lingkungan perlu dilakukan untuk monitoring dan evaluasi bahaya mikroplastik bagi lingkungan, mikroorganisme, dan manusia.
Analisis mikroplastik dari sampel
Analisis mikroplastik dari sampel lingkungan sangat terkait dengan metode sampling, preservasi sampel, preparasi sampel, dan analisis menggunakan instrumen analisis yang tepat. Metode sampling yang tepat akan menghasilkan sampel yang representatif. Sampel yang sudah diperoleh harus disimpan di tempat dengan material yang tepat (misalnya botol kaca atau botol plastik), sesuai dengan karakteristik interaksi mikroplastik terhadap bahan wadah sampel tersebut untuk menjamin kuantitas mikroplastik selama transportasi dan preservasi sebelum proses selanjutnya. Umumnya mikroplastik berada dalam matriks yang sangat kompleks. Oleh karena diperlukan teknik preparasi sampel yang tepat supaya mikroplastik bisa dipisahkan dari matriks tersebut, misalnya dengan menggunakan teknik digesti menggunakan hidrogen peroksida 30%, ekstraksi menggunakan pelarut organik, dan filtrasi menggunakan saringan dengan mesh tertentu.
Metode analisis mikroplastik bisa dilakukan secara visual menggunakan mikroskop untuk mengetahui ukuran mikroplastik. Menggunakan teknik spektroskopi dan kromatografi, seperti spektroskoi infra merah, spektroskopi Raman, kromatografi gas/ spektroskopi massa (GC/MS), NMR, dan kromatografi size exclusion.
Umumnya mikroplastik terakumulasi pada bagian mikroorganisme tertentu sehingga potensial berbahaya bagi hewan dan manusia. Untuk mengetahui toksisitas mikroplastik terhadap mikroorganisme, telah dilakukan penelitian dengan menggunakan model spesies Corbicula uminea.
Zhang et a, (2019). Melaporkan jika level superoxide dismutase dan catalase pada Corbicula uminea dikontakkan ke mikroplastik, maka akan diproduksi reactive oxygen species (ROS). Hal ini memicu peroksidasi lemak, membahayakan komponen mitokondria dan sel serta menurunkan level adenosine triphosphate.
Penulis: Ganden Supriyanto
Link terkait artikel ilmiah populer di atas, HELIYON: Occurrence, detection and ecotoxicity of microplastics in selected environments-a systematic appraisal. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e32095
Baca juga: Tromboemboli Vena, Komplikasi yang Tidak Biasa pada Endokarditis Infektif





