Universitas Airlangga Official Website

Ekstraksi Karaginan Chondrus crispus

Foto by Ditjen Industri Agro

Sumber karaginan terbesar saat ini dapat ditemukan pada spesies alga Eucheuma spinosum dan Eucheuma cottoni. Eucheuma spinosum dan Eucheuma cottoni merupakan alga dengan kandungan karaginan tertinggi, terhitung sekitar 62-68% dari berat kering. Namun beberapa alga juga memiliki potensi karaginan yang belum dimanfaatkan, salah satunya adalah rumput laut Chondrus crispus yang terdapat di perairan Kondang Merak. Rumput laut Chondrus crispus atau biasa dikenal dengan “Irish moss” banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Irlandia, Amerika Serikat, Islandia dan Perancis. Chondrus crispus memiliki permukaan tubuh ungu kemerahan dan tersebar di kedua sisi Atlantik Utara. Lumut Irlandia kaya akan vitamin A dan banyak digunakan sebagai makanan kesehatan, sayuran laut, membuat es krim dan membuat jeli. Rumput laut Chondrus crispus merupakan spesies ganggang merah yang warnanya dihasilkan oleh pigmen phycoerythrin dan phycocyanin, yang mendominasi pigmen lain seperti klorofil, beta-karoten, dan xanthophyll. Dinding sel ganggang merah terdiri dari selulosa, agar dan karaginan.

Karagenan berperan sebagai bahan pengental, pengemulsi, pensuspensi dan penstabil. Karagenan adalah getah ganggang merah yang diekstraksi dengan larutan basa. Larutan alkali itu sendiri memiliki tiga fungsi penting dalam proses ekstraksi, yaitu membantu mengekstraksi polisakarida lebih sempurna, mempercepat pembentukan 3,6-anhidrogalaktosa, yang meningkatkan kekuatan gel dan reaktivitas produk dalam hubungannya dengan. protein Karagenan yang dihasilkan tidak hanya dipengaruhi oleh metode ekstraksi dan proses produksi, tetapi juga dipengaruhi oleh iklim, geografi (sinar matahari, arus, tekanan, kualitas air dan salinitas) serta habitat alga.

Karagenan dapat diekstrak dalam media basa. Suasana basa dapat dicapai dengan penambahan larutan basa yaitu Ca(OH)2, NaOH dan KOH. Dari ketiga larutan alkalin yang dapat digunakan untuk mengekstrak ganggang, kalium hidroksida (KOH) digunakan. Kalium hidroksida dapat mempengaruhi kualitas karaginan dan rendemen yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik karaginan yang diekstraksi dengan konsentrasi KOH yang berbeda dan menghasilkan karaginan berdasarkan uji rendemen.

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penggunaan konsentrasi KOH dapat mempengaruhi rendemen karaginan yang diperoleh. Faktor lain juga dapat menentukan hasil tersebut, antara lain suhu, waktu ekstraksi, metode ekstraksi, proses ekstraksi, spesies alga, dan habitat alga. Konsentrasi KOH dengan rendemen karaginan terbaik adalah 12%. Hasil perkiraan bahan baku ganggang yang digunakan adalah kadar protein 14,68%, lemak 0,4%, karbohidrat 18,8%, air 7,4% dan abu 46,43%.

Penulis: Dr. Eng. Sapto Andriyono

Tulisan Lengkap pada link: http://www.jperairan.unram.ac.id/index.php/JP/article/view/286

Sitasi: Andriyono, S., Pratama, N. R. ., & Patmawati, P. (2022). KARAKTERISASI KARAGINAN PADA RUMPUT LAUT MERAH (Chondrus crispus) YANG DI EKSTRAKSI MENGGUNAKAN KONSENTRASI KALIUM HIDROKSIDA (KOH) BERBEDA. Jurnal Perikanan Unram12(2), 128–137. https://doi.org/10.29303/jp.v12i2.286