UNAIR NEWS – Emilda Puteri Aulia, mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2022, baru-baru ini meraih Medali Perak dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2025 untuk bidang Kimia. Dengan dukungan dari dosen pembimbing, Kautsar Ul Haq SSi MSi, Emilda berhasil mengharumkan nama Universitas Airlangga di ajang bergengsi ini. Meskipun berhadapan dengan tantangan besar, Emilda menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi dalam mencapai prestasi ini.
Perjalanan Emilda di Dunia Kimia dan Proses Seleksi ONMIPA
Awal ketertarikan Emilda pada bidang kimia dimulai sejak SMP kelas 9, saat ia mengikuti olimpiade IPA. “Waktu itu, ada materi kimia yang dipelajari, dan saya merasa kimia itu seru karena ada teori, hitungan, dan juga praktikum, jadi tidak mudah bosan,” kenang Emilda. Ketertarikannya berlanjut hingga SMA, di mana ia aktif mengikuti pembinaan kimia dan berpartisipasi dalam berbagai lomba. “Saya memang fokus untuk terus mengasah kemampuan di bidang kimia,” tambahnya.
Proses menjadi delegasi ONMIPA Kimia FK UNAIR tidak mudah. Emilda menjelaskan bahwa ia langsung mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi tingkat wilayah karena sebelumnya sudah berpartisipasi dalam ONMIPA 2023 dan 2024. “Kami mengikuti seleksi internal, dan lima delegasi terpilih untuk bidang Kimia. Setelah itu, saya bersama rekan-rekan mendapat bimbingan intensif dari dosen pembimbing kami, Pak Kautsar, yang sangat membantu selama persiapan,” ujar Emilda. Dua delegasi akhirnya terpilih untuk mewakili UNAIR di tahapan nasional yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran.
Strategi dan Persiapan Menuju ONMIPA
Selama persiapan ONMIPA, Emilda mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah membagi waktu antara persiapan lomba dan menyelesaikan tugas akhir. “Selain harus fokus pada kompetisi ini, saya juga perlu menyelesaikan tugas akhir dan menjadi delegasi lomba di bidang kedokteran pada waktu yang hampir bersamaan. Oleh karena itu, saya mencoba memanfaatkan waktu pembinaan sebaik mungkin dan belajar mandiri dengan latihan soal,” kata Emilda. Ia juga cenderung mengerjakan tugas yang lebih mendesak terlebih dahulu dan membagi waktu dengan bijak untuk hasil yang optimal.
Emilda merasa bahwa strategi ini membantunya fokus pada satu hal pada satu waktu. “Metode ini sangat bergantung pada preferensi masing-masing individu, namun saya merasa lebih efektif dengan cara ini,” tambahnya. Persiapan intensif ini berbuah manis ketika ia berhasil meraih Medali Perak di ajang ONMIPA.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





