Pemanfaatan sumber daya hayati lokal terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan energi terbarukan dan bahan baku industri ramah lingkungan. Salah satu komponen penting dalam pemanfaatan biomassa adalah xylan, yaitu bagian dari hemiselulosa yang berfungsi sebagai sumber gula alami. Untuk memecah xylan menjadi senyawa yang lebih sederhana, dibutuhkan enzim xylanolitik seperti β-xilosidase. Penelitian ini menganalisis enzim lokal bifungsional GH43 β-D-xilosidase/α-L-arabinofuranosidase yang berasal dari mikroorganisme Geobacillus thermoleovorans IT-08. Fokus utama riset ini adalah memahami bagaimana perubahan pada residu tertentu dalam struktur enzim dapat memengaruhi aktivitas dan stabilitasnya.
Peran Residual Asp-121 dalam Aktivitas Enzim
Enzim GbtXyl43A memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu β-xilosidase dan α-L-arabinofuranosidase. Aktivitas enzim ini bergantung pada tiga residu penting, yaitu Glu-177, Asp-14, dan Asp-121. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asp-121 berperan besar dalam menjaga kestabilan dan kemampuan katalitik enzim. Ketika Asp-121 dimutasi menjadi asam glutamat (D121E), asparagin (D121N), atau valin (D121V), stabilitas struktural GbtXyl43A menurun secara signifikan. Perubahan tersebut juga memengaruhi distribusi muatan elektrostatik di sekitar situs aktif enzim, sehingga menghambat proses katalisis.
Simulasi perlekatan molekuler menunjukkan energi ikatan antara substrat dan enzim yang berbeda pada tipe liar dan mutan. Nilai energi ikatan untuk enzim asli (‒7,2 kcal/mol) lebih rendah dibandingkan mutan D121N (‒6,7 kcal/mol), menandakan interaksi yang lebih kuat pada enzim tipe liar. Hasil pengujian kinetik juga menunjukkan bahwa enzim asli memiliki nilai efisiensi katalitik (kcat/KM) lebih tinggi dibandingkan versi mutannya. Temuan ini membuktikan bahwa keberadaan Asp-121 sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan fungsi enzim.
Implikasi terhadap Pengembangan Enzim Lokal
Pemahaman terhadap peran residu Asp-121 memberikan dasar penting bagi pengembangan enzim lokal untuk kebutuhan industri bioteknologi. Dengan memanfaatkan pendekatan komputasi (in silico) dan analisis struktur, para ilmuwan dapat merancang varian enzim yang lebih stabil dan efisien. Hasil riset ini juga menunjukkan potensi enzim lokal termofilik untuk digunakan dalam industri pengolahan biomassa, pembuatan bioetanol, serta produksi bahan kimia ramah lingkungan.
Penelitian ini menjadi langkah penting dalam pengembangan bioteknologi berbasis sumber daya hayati Indonesia. Analisis kinetika dan struktur GbtXyl43A memberikan pemahaman baru tentang mekanisme kerja enzim bifungsional dan membuka peluang inovasi dalam pemanfaatan mikroorganisme lokal untuk mendukung ekonomi berkelanjutan.
Penulis: Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si.
Informasi lebih lanjut terkait penelitian ini dapat diakses di link berikut ini: https://dx.doi.org/10.30919/es1442





