Universitas Airlangga Official Website

Evaluasi Dua Alat Analisis Hematologi untuk Diagnosis Leukemia pada Anak

Ilustrasi analisis hematology (Sumber: Generated Image)

Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan kanker paling umum pada anak, mencakup sekitar 75% dari seluruh kasus leukemia di usia anak. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk menentukan tata laksana yang tepat. Dalam proses diagnosis tersebut, alat analisis hematologi otomatis memainkan peran kritis dalam memberikan hasil hitung sel darah putih dan diferensial secara cepat. Sebuah penelitian terbaru membandingkan kinerja dua alat analisis hematologi canggih, yaitu Sysmex XN-Series dan Horiba Yumizen H2500, dalam konteks pasien leukemia anak.

Metode dan Populasi Penelitian

Penelitian ini melibatkan 57 pasien anak berusia 2–17 tahun yang didiagnosis dengan leukemia, dengan mayoritas (87,7%) merupakan kasus LLA. Sampel darah pasien dianalisis menggunakan kedua alat secara paralel untuk membandingkan hasil hitung leukosit total (WBC) dan persentase neutrofil (NEU%), limfosit (LYM%), monosit (MON%), serta eosinofil (EOS%). Berbagai analisis statistik digunakan untuk menilai kesesuaian dan korelasi antara kedua alat.

Korelasi Kuat dengan Variasi Minor

Secara keseluruhan, kedua alat menunjukkan korelasi yang sangat kuat (r > 0,9) untuk semua parameter yang diukur. Hal ini menunjukkan bahwa baik Sysmex XN-3000 maupun Horiba Yumizen H2500 dapat diandalkan dalam memberikan hasil yang konsisten untuk evaluasi sel darah putih pada pasien leukemia anak. Namun, analisis statistik lebih lanjut menemukan perbedaan yang signifikan secara statistik pada nilai median untuk hitung leukosit total dan persentase monosit, serta pada nilai rata-rata persentase neutrofil.

Variasi pada Eosinofil

Parameter persentase eosinofil (EOS%) menunjukkan variabilitas yang lebih tinggi dibandingkan parameter lain. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh proporsi eosinofil yang secara alami rendah dalam darah tepi, sehingga variasi pengukuran sekecil apa pun menjadi lebih berpengaruh secara proporsional. Perbedaan dalam teknik pengukuran dan formulasi reagen antara kedua alat juga diduga berkontribusi terhadap temuan ini.

Implikasi untuk Praktik Klinis

Temuan penelitian ini meyakinkan tenaga laboratorium dan klinisi bahwa kedua alat tersebut dapat digunakan secara interchangeable atau saling melengkapi dalam praktik sehari-hari. Korelasi yang kuat memastikan bahwa interpretasi klinis terhadap status sel darah putih pasien dapat dilakukan dengan keyakinan yang sama, terlepas dari alat mana yang digunakan. Kesiajegan ini sangat penting untuk pemantauan respons terapi dan deteksi dini komplikasi pada pasien leukemia anak.

Meskipun terdapat variasi minor, terutama pada eosinofil, perbedaan ini umumnya tidak mengubah interpretasi klinis secara signifikan. Laboratorium disarankan untuk menyadari karakteristik kinerja masing-masing alat dan mempertimbangkan untuk menggunakan metode yang sama secara konsisten jika pemantauan longitudinal diperlukan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sysmex XN-Series dan Horiba Yumizen H2500 menunjukkan kesesuaian yang tinggi dalam menganalisis parameter leukosit pada pasien leukemia anak. Keduanya merupakan alat yang andal untuk mendukung diagnosis dan pemantauan. Pemahaman tentang variasi kecil yang mungkin terjadi, terutama pada hitung diferensial sel yang jarang, dapat meningkatkan akurasi interpretasi hasil laboratorium dalam tata laksana leukemia anak.

Penulis: Prof. Dr. Aryati., dr. MS., Sp.PK., Subsp.P.I(K)., Subsp I.K(K)
Detail penelitian bisa dilihat di: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/optimizing-leukocyte-analysis-for-pediatric-leukemia-a-comparison/
DOI: https://doi.org/10.18502/ijpho.v15i3.18917