Universitas Airlangga Official Website

Evaluasi selama satu bulan terhadap keamanan dan kemampuan merangsang kekebalan dari vaksin tifoid Vi‑DT (Bio‑TCV®) pada orang Indonesia usia 6 bulan sampai 45 tahun: Uji klinis fase III

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Demam tifoid adalah penyakit serius yang sering terjadi di negara berkembang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi dan dapat menimbulkan demam tinggi, sakit perut, serta komplikasi berat bila tidak ditangani dengan baik. Vaksin merupakan cara pencegahan yang penting, tetapi vaksin yang cocok untuk anak kecil belum tersedia luas. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi vaksin baru yang disebut Vi‑DT untuk melihat apakah vaksin ini aman dan mampu membangkitkan kekebalan tubuh pada berbagai kelompok usia.

Penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mengetahui apakah vaksin Vi‑DT aman untuk orang Indonesia berusia 6 bulan sampai 45 tahun.
  2. Mengetahui apakah vaksin tersebut bisa memicu tubuh membuat antibodi, yaitu zat yang membantu tubuh melawan bakteri penyebab demam tifoid.

Peserta dibagi dalam beberapa kelompok usia:

  • Bayi/balita (6–24 bulan),
  • Anak (2–11 tahun),
  • Remaja dan dewasa (12–45 tahun).

Setiap peserta diberi satu dosis vaksin Vi‑DT, kemudian dipantau selama 28 hari. Sebelum dan 28 hari setelah vaksinasi, darah diambil untuk melihat jumlah antibodi sebagai tanda bahwa tubuh bereaksi terhadap vaksin.

1. Keamanan Vaksin

  •  Setelah disuntik, reaksi yang paling sering dirasakan adalah nyeri di tempat suntikan dan kulit sedikit kemerahan di sekitarnya.
  • Reaksi‑reaksi itu bersifat ringan sampai sedang dan sebagian besar hilang dalam 48 jam
  • Tidak ada kejadian serius yang berhubungan dengan vaksin selama masa pengamatan 28 hari.

2. Respons Kekebalan Tubuh

  • Setelah 28 hari, banyak peserta menunjukkan peningkatan antibodi yang kuat, artinya tubuh mereka bereaksi dengan baik terhadap vaksin.
  •  Banyak peserta mengalami serokonversi, yaitu antibodi mereka meningkat minimal 4 kali lipat, yang menunjukkan tubuh mereka mulai punya perlindungan yang baik terhadap bakteri penyebab tifoid.

Vaksin tifoid Vi‑DT (Bio‑TCV) aman diberikan kepada orang Indonesia usia 6 bulan sampai 45 tahun dan efektif merangsang tubuh membuat antibodi yang bisa membantu melindungi dari demam tifoid. Reaksi yang muncul setelah vaksinasi umumnya ringan dan tidak berbahaya. Hasil ini mendukung penggunaan vaksin Vi‑DT sebagai alat pencegahan demam tifoid, terutama di negara‑negara di mana penyakit ini masih sering terjadi.

Penulis: Dr. Dominicus Husada, dr.,DTM&H.,MCTM(TP).,Sp.A(K)

Link artikel: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/one-month-evaluation-of-safety-and-immunogenicity-of-a-vi-dt-typh/