Universitas Airlangga Official Website

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen terhadap Kosmetik Halal

Ilustrasi Wanita yang sedang Mengaplikaikan Kosmetik (sumber: Brillio.net)
Ilustrasi Wanita yang sedang Mengaplikaikan Kosmetik (sumber: Brillio.net)

Kosmetik halal menjadi fokus penelitian yang semakin relevan karena adanya peningkatan kesadaran konsumen terhadap gaya hidup halal, terutama di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia. Industri halal secara luas mencakup berbagai sektor, termasuk makanan, farmasi, pariwisata, keuangan, hingga kosmetik, yang semuanya tunduk pada prinsip-prinsip syariah. Khususnya dalam sektor kosmetik, produk halal dianggap lebih aman dan sesuai dengan nilai keagamaan, tidak hanya bagi konsumen Muslim tetapi juga non-Muslim. Pada tahun 2022, pengeluaran global untuk produk halal mencapai USD 2,29 triliun dan diperkirakan meningkat menjadi USD 3,1 triliun pada tahun 2027. Kosmetik halal sendiri mencatat pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan belanja hingga USD 84 miliar, menunjukkan adanya peluang besar bagi perusahaan untuk tumbuh dalam pasar ini.

Di Indonesia, potensi pasar kosmetik halal sangat besar. Indonesia menempati posisi kedua dalam konsumsi kosmetik halal secara global dengan nilai pasar sekitar USD 8,4 miliar. Peningkatan pesat jumlah pengguna internet yang mencapai 220 juta orang pada tahun 2022 mendorong pergeseran perilaku konsumen ke arah barang yang paling sering dibeli secara daring.Perubahan preferensi ini menuntut perusahaan agar dapat tetap kompetitif dalam lanskap digital yang terus berkembang.

Penelitian ini menekankan pentingnya kepuasan pelanggan sebagai faktor utama dalam membentuk loyalitas. Ketika konsumen merasa puas terhadap kualitas dan nilai yang ditawarkan suatu produk, mereka lebih cenderung melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain. Faktor-faktor seperti kualitas produk secara keseluruhan, nilai yang dirasakan, dan risiko yang dirasakan menjadi kunci dalam menentukan tingkat kepuasan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan harus memprioritaskan pengalaman positif konsumen dalam setiap aspek layanan dan produk.

Generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1995-2010, menjadi fokus utama dalam penelitian ini karena memiliki potensi besar sebagai konsumen masa kini dan mendatang. Generasi ini sangat akrab dengan teknologi, lebih memilih belanja online, dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas serta pengalaman pengguna. Namun, mereka juga dikenal kurang loyal terhadap merek, sehingga mudah berpindah ke kompetitor. Oleh karena itu, memahami bagaimana Gen Z merespons kualitas, nilai, dan risiko produk kosmetik halal sangat penting untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif.

Penelitian ini memberikan kontribusi akademis dengan menambah wawasan mengenai perilaku konsumen halal di era digital, serta kontribusi praktis berupa panduan bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran online yang lebih tepat sasaran. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh lembaga sertifikasi halal dan pembuat kebijakan untuk menyesuaikan regulasi dan edukasi konsumen dengan tren digital yang terus berkembang, guna mendukung pertumbuhan industri halal yang berkelanjutan.

Sampel dan Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara online dengan teknik purposive sampling kepada responden yang merupakan perempuan Muslim Generasi Z yang telah lebih dari satu kali membeli kosmetik halal secara online dalam satu tahun terakhir. Sementara itu, data sekunder berasal dari literatur terkait seperti jurnal, laporan, dan buku. Jumlah sampel yang digunakan adalah 215 responden, sesuai dengan metode analisis Structural Equation Model (SEM) yang membutuhkan jumlah minimal sampel sebesar 135 berdasarkan jumlah indikator. Penelitian ini menggunakan pendekatan SEM-PLS untuk menganalisis hubungan antara kualitas keseluruhan, nilai yang dirasakan, risiko yang dirasakan terhadap kepuasan pelanggan, dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan Muslim Gen Z cukup rutin membeli produk kosmetik halal secara daring, dengan frekuensi yang paling umum berada pada kategori “kadang-kadang” dan “sering”. Secara umum, mereka merasa puas terhadap produk yang dibeli, dengan sebagian besar menyatakan kepuasan dan sebagian lainnya bersikap netral atau sangat puas. Beberapa faktor yang paling memengaruhi tingkat kepuasan tersebut adalah mutu produk, kejelasan label halal, serta ulasan konsumen secara online. Di antara ketiganya, kualitas dan sertifikasi halal merupakan pertimbangan paling utama. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan berperan sebagai penghubung penting antara persepsi terhadap kualitas, kesadaran halal, serta ulasan daring dengan minat untuk membeli. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan mutu produk, memastikan label halal yang terpercaya, serta mengelola ulasan dengan baik dapat meningkatkan kepuasan sekaligus mendorong niat beli terhadap kosmetik halal di platform online.

Implikasi Penelitian

Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan menjadi faktor kunci dalam membentuk loyalitas terhadap produk kosmetik halal, terdapat beberapa implikasi strategis yang dapat diambil oleh pelaku industri. Pertama, perusahaan kosmetik halal perlu memprioritaskan peningkatan kualitas produk secara konsisten, karena kualitas terbukti menjadi aspek utama yang memengaruhi kepuasan konsumen. Hal ini dapat mencakup perbaikan formula produk, kemasan yang menarik, serta kenyamanan dan keamanan saat digunakan.

Kedua, kejelasan informasi mengenai kehalalan produk menjadi hal yang sangat penting bagi konsumen Generasi Z. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa label halal ditampilkan secara jelas dan dapat diverifikasi, baik pada kemasan maupun di platform penjualan online. Transparansi terhadap proses produksi dan bahan yang digunakan juga dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen.

Ketiga, karena ulasan pelanggan di platform online turut membentuk persepsi dan keputusan pembelian, maka penting bagi perusahaan untuk mengelola testimoni dan ulasan konsumen dengan baik. Menyediakan ruang untuk ulasan jujur dan merespons secara aktif keluhan atau pertanyaan konsumen dapat membangun citra merek yang peduli dan responsif. Dengan demikian, strategi digital marketing yang mengedepankan interaksi dua arah dan nilai-nilai kehalalan dapat memperkuat loyalitas konsumen, khususnya di kalangan perempuan Muslim Generasi Z yang aktif berbelanja secara daring.

Penulis: Bayu Arie Fianto, Ph.D.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan:
https://doi.org/10.22515/shirkah.v10i2.673

Fianto, B. A., Ulfa, B. M. D., & Rahmadany, Z. A. (2025). Factors Influencing Customer Satisfaction with Halal Cosmetics: An Online Purchasing Study of Generation Z Muslim Women. Shirkah: Jurnal of Economics and Business, 10(2), 213-231