Anemia selama kehamilan merupakan ancaman serius terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai faktor yang berhubungan dengan penerimaan suplemen zat besi selama kehamilan pada wanita di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Data yang digunakan adalah data individu dengan populasi target wanita usia 15-49 tahun. Sebanyak 14.564 wanita usia 15-49 tahun diikutsertakan dalam analisis. Model regresi logistik biner digunakan untuk menjelajahi hubungan antara variabel independen dan penerimaan suplemen zat besi.
Dalam penelitian ini, sebagian besar wanita yang diwawancarai (n=12.939; 88,84%) menerima suplemen zat besi selama kehamilan. Faktor yang terkait dengan penerimaan suplemen zat besi selama kehamilan termasuk wanita hamil berusia >35 tahun (AOR=2,20; 95% CI=1,34-3,61), tinggal di bagian timur dan tengah Indonesia (AOR=1,71; 95% CI=1,20-2,42; AOR=1,75; 95% CI=1,49-2,06), mengikuti konsultasi antenatal (AOR=1,40; 95% CI=1,18-1,65), melakukan tes darah (AOR=1,52; 95% CI=1,32-1,76), mengetahui tanda dan gejala bahaya komplikasi kehamilan (AOR=1,56; 95% CI=1,29-1,89), mengalami pendarahan vagina selama kehamilan (AOR=1,25; 95% CI=1,03-1,50), memiliki 1-2 anak sebelumnya (AOR=1,18; 95% CI=1,00-1,40), dan terpapar informasi melalui Internet (AOR=1,18; 95% CI=1,00-1,39) dan surat kabar atau majalah (AOR=1,17; 95% CI=1,01-1,35).
Studi ini menyoroti bahwa meskipun akses gratis terhadap suplemen zat besi selama kehamilan, beberapa wanita gagal menerimanya. Selain itu, wanita usia reproduksi yang tinggal di bagian timur Indonesia, yang tidak melakukan tes darah, absen dari konsultasi antenatal, dan tidak mengetahui tanda dan gejala komplikasi berbahaya pada kehamilan termasuk di antara mereka yang gagal menerima suplemen zat besi selama kehamilan. Oleh karena itu, mengidentifikasi dan meningkatkan kesadaran terhadap mereka yang berisiko tinggi untuk tidak menerima suplemen zat besi harus menjadi prioritas bagi pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menyediakan layanan kesehatan.
Penulis: Ferry Efendi, Israfil Israfil, Kadar Ramadhan, Lisa McKenna, Adugnaw Zeleke Alem, Hema Malini





