Universitas Airlangga Official Website

Faktor Penentu Oversubscription pada IPO Saham Syariah

Foto by Berkeluarga id

Initial Public Offering (IPO) atau dikenal juga dengan Penawaran Umum Perdana memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan modal yang akan digunakan untuk berbagai tujuan termasuk pengembangan usaha dan perluasan kegiatan bisnis. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa, jumlah perusahaan yang mulai melandai pada pasar saham di Indonesia setiap tahunnya mengalami tren peningkatan, di mana sebanyak 331 perusahaan telah melakukan IPO sejak 2011 hingga 2020 di Indonesia.

Selama proses IPO sering terjadi oversubscription, dimana pemesanan saham oleh calon investor melebihi jumlah saham yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Hal ini tentu berdampak pada kegiatan IPO. Adanya oversubscription membuat reputasi perusahaan yang baru terdaftar meningkat. Permintaan saham yang tinggi, pada gilirannya akan memudahkan penjualan saham di masa depan. Selain itu, permintaan IPO yang sangat berlebihan berpotensi untuk meningkatkan likuiditas saham perusahaan yang baru terdaftar.

Ada dua teori yang mendasari oversubscription IPO, yaitu teori signaling dan teori Winner’s Curse. Dalam literatur terdahulu, faktor-faktor yang menyebabkan oversubscription telah diteliti dan sangatlah beragam. Faktor-faktor tersebut meliputi permintaan investor, kegiatan promosi, jumlah dan informasi sebelumnya tentang perusahaan IPO di negara tersebut, tingkat efisiensi pasar, peran regulator, kapitalisasi pasar, kinerja ekonomi, kebijakan moneter; persepsi investor tentang IPO dan pasar, serta kinerja IPO perusahaan sebelumnya dan perusahaan di industri yang sama.

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi oversubscription IPO saham syariah di Bursa Efek Indonesia dengan menerapkan analisis regresi. Secara spesifik, penelitian ini berfokus untuk menentukan pengaruh faktor seperti Harga IPO, Ukuran IPO, Ukuran Perusahaan, listing delay, dan Pengembalian Saham terhadap oversubscription IPO saham syariah.

Studi ini menemukan bahwa Harga dan Ukuran IPO berpengaruh negatif terhadap IPO oversubscription. Sedangkan Ukuran Perusahaan serta pengembalian saham berpengaruh positif terhadap IPO oversubscription. Dalam model ini, variabel listing delay tidak berkontribusi terhadap fenomena oversubscription. Selain untuk keperluan uji ketahanan (robustness test), penelitian ini membagi sampel menjadi dua yaitu sampel Covid-19 dan Non Covid-19 demi menghindari potensi terjadinya bias dalam analisis akibat terjadinya krisis. Sampel Non Covid-19 menunjukkan lebih banyak variabel independen yang memiliki hubungan signifikan terhadap oversubscription.

Temuan penelitian ini menawarkan implikasi bagi perusahaan, khususnya terkait proses dan dampak IPO. Perusahaan dapat berfokus pada faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi oversubscription untuk meningkatkan citra dan likuiditas perusahaan ke depan. Selain itu, studi ini dapat menjadi referensi bagi investor yang ingin berinvestasi dan terlibat dalam kegiatan terkait IPO untuk saham syariah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko IPO seperti kemungkinan bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi ekspektasi tinggi yang dimiliki investor terhadapnya, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan harga pasca IPO.

Ditulis oleh: Bayu Arie Fianto

Artikel lengkap dari penelitian ini dapat diakses melalui link berikut:

https://doi.org/10.21098/jimf.v8i3.1566