Meningitis bakteri adalah suatu kondisi peradangan pada selaput otak, yang mempengaruhi pia, ruang arachnoid dan subarachnoid, yang terjadi sebagai respons terhadap bakteri dan produk dari bakteri. Meningitis bakteri akut masih menjadi tantangan kesehatan global dengan tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Sebagian besar kasus dan kematian terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun yang disebabkan karena berbagai faktor. Sistem kekebalan tubuh anak-anak yang belum sempurna, menyebabkan anak-anak rentan terhadap meningitis bakteri. Diperkirakan lebih dari 75% kasus terjadi pada anak di bawah lima tahun. Angka kematian meningitis bakteri sangat tinggi, berkisar antara 5% hingga 30% kasus.
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko kematian pada anak dengan meningitis bakteri. Faktor-faktor risiko yang telah diketahui sebelumnya yang berkaitan dengan kematian anak dengan meningitis bakteri antara lain usia saat onset penyakit, durasi gejala sebelum masuk rumah sakit, agen etiologi Streptococcus pneumoniae dan penyakit penyerta (komorbid).
Usia muda merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kematian pada anak dengan meningitis bakteri. Status imunitas seluler dan humoral yang belum matang menyebabkan infeksi lebih parah dan mempengaruhi perkembangan otak anak. Selain itu, penurunan kesadaran merupakan indikator dari cedera saraf yang berkontribusi terhadap kematian yang tinggi pada meningitis bakteri. Koma pada anak dengan meningitis dapat diakibatkan oleh perdarahan otak atau trombosis, hipoglikemia, atau bahkan edema otak. Faktor risiko lainnya adalah kejang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak dengan meningitis bakteri yang mengalami kejang memiliki risiko empat kali lebih besar untuk mengalami kematian. Kejang dapat terjadi karena iritasi jaringan otak yang disebabkan oleh proses inflamasi; edema otak; dan efusi subdural.
Durasi gejala menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kematian pada anak dengan meningitis bakteri. Berdasarkan sebuah penelitian oleh Olson di Guatemala, anak-anak dengan gejala yang berlangsung lebih dari tiga hari sebelum masuk ke rumah sakit memiliki risiko 3,7 kali lebih besar untuk meninggal. Di sisi lain, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa durasi gejala yang lebih lama bukan merupakan faktor yang meningkatkan risiko kematian pada anak-anak dengan meningitis bakteri. Hal ini mungkin disebabkan oleh perkembangan penyakit yang lebih cepat karena lebih banyak bakteri patogen yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh pasien menjadi lebih lemah. Perkembangan penyakit yang lebih cepat menyebabkan durasi gejala yang lebih pendek sebelum masuk ke rumah sakit, hal ini dapat mengakibatkan kematian pada anak-anak dengan meningitis bakteri.
Meningitis bakteri merupakan suatu kondisi yang serius dan keadaan darurat medis yang dapat memburuk dengan cepat. Apabila tidak ditangani dengan segera meningitis bakteri dapat menimbulkan kecacatan permanen bahkan kematian. Identifikasi faktor risiko kematian sangat penting untuk membantu menentukan pasien mana yang memerlukan perawatan yang lebih intensif dan pemantauan yang lebih lama untuk mencegah prognosis yang buruk, serta membantu para tenaga medis untuk memberikan penjelasan pada orang tua pasien secara rasional mengenai prognosis penyakit anak mereka pada fase awal penyakit.
Penulis: Prastiya Indra Gunawan
Informasi detail bisa dilihat pada tulisan kami di :
https://rjp.com.ro/articles/2023.3/RJP_2023_3_Art-06.pdf
Ni Made Maya Purnama Wulandari, Citrawati Dyah Kencono Wungu, Prastiya Indra Gunawan. Risk Factors of Death in Children with Bacterial Meningitis: a Systematic Review and Meta-analysis. Romanian Journal of Pediatrics 2023;72(3):101-111.





