UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi UNAIR kembali mempertegas posisinya sebagai destinasi pendidikan global yang kaya akan nilai budaya. Melalui program student inbound part-time yang berlangsung pada Kamis (5/2/2026), Fakultas Vokasi menyambut kehadiran mahasiswa asal Prancis. Mereka menghadirkan kurikulum unik yang memadukan penguasaan bahasa dan kearifan lokal dalam menjaga kebugaran tubuh. Agenda tersebut terselenggara dengan bimbingan tim ahli dari program studi D-IV Pengobat Tradisional yang mendemonstrasikan pijat dan pembuatan lulur.
“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan akademik biasa. Melainkan sebuah inisiatif strategis untuk memperkenalkan identitas bangsa. Kami menyediakan pembelajaran mulai dari memperdalam linguistik Nusantara hingga seni kebugaran tradisional yang menjadi keunggulan kearifan lokal,” ucap Dekan Fakultas Vokasi, Prof Dian Yulie Reindrawati SSos MM PhD.
Perkenalan Bahasa Indonesia untuk Istilah Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Dosen D-III Bahasa Inggris Fakultas Vokasi Angkita Wasito Kirana SHum MHum membekali para peserta student inbound. Ia memberikan pemahaman mendalam tentang bahasa Indonesia untuk konteks kesehatan. Sesi ini dilakukan melalui presentasi materi berjudul Cultural Context of Indonesian Traditional Remedies. Materi tersebut bertujuan memberikan wawasan yang komprehensif mengenai kaitan era antara nilai-nilai budaya lokal dengan praktik kesehatan tradisional di Indonesia.

Melalui pendekatan ini, para peserta tidak hanya memahami istilah teknis. Tetapi juga mampu menangkap filosofi dan etika yang melatarbelakangi penggunaan ramuan tradisional di Indonesia. Dengan demikian, penguasaan bahasa dan konteks budaya menjadi jembatan yang kuat sebelum para mahasiswa terjun langsung dalam praktik sesi-sesi berikutnya.
Pengenalan Jamu, Demonstrasi Pijat Tradisional, dan Praktik Membuat Lulur
Setelah menerima teori, kegiatan ini berlanjut dengan memberikan pengalaman praktik langsung mengenai teknik pijat tradisional. Myrna Adianti SSi MKes PhD, Dwi Setiani Sumardiko SKep Ns Si, dan Edith Frederika Puruhito SKM Msc yang merupakan pakar di bidang kesehatan mendemonstrasikan seni pemijatan yang mampu memberikan relaksasi maksimal. Sesi ini memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa inbound bahwa sistem kesehatan Indonesia memiliki dimensi seni dan kenyamanan yang mendalam.
Eksplorasi kesehatan tradisional ini berlanjut pada pengenalan mendalam mengenai perawatan tubuh luar dan dalam. Setelah sesi pemijatan, tim ahli menjelaskan manfaat lulur bagi kesehatan kulit serta cara pembuatannya. Para mahasiswa inbound diajak untuk memahami bagaimana bahan-bahan alami dari tanah Indonesia dapat bertransformasi menjadi sarana perawatan kecantikan dan kesehatan yang efektif.
Sebagai pelengkap pengalaman autentik ini, para peserta mendapatkan suguhan hidangan jamu kunyit asam dan beras kencur. Tidak sekadar mencicipi, tim ahli juga memaparkan secara detail komposisi serta filosofi di balik setiap bahan yang digunakan.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan penyerahan sertifikat sebagai simbol apresiasi atas antusiasme para mahasiswa Université de Limoges. Melalui integrasi antara teori lingusitik dan praktik kebugaran ini, program inbound ini harapannya dapat terus menjadi penggerak bagi kolaborasi internasional yang lebih luas. Selain itu, juga untuk memperkuat posisi UNAIR sebagai institusi yang unggul dalam melestarikan warisan lokal di tengah arus modernisasi global.
Penulis: Fasya Ineta Putri
Editor: Yulia Rohmawati





