UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) resmi membuka 9th International Conference for Economics and Business (ICEB) pada Selasa (3/6/2025). Konferensi internasional tersebut berlangsung di Aula Soepoyo Gedung FEB Kampus Dharmawangsa-B, dengan mengangkat tema The Ethics Econ Nexus: Harnessing Tech for Sustainable Social Impact.
Perwakilan dari berbagai universitas ternama dunia turut hadir dalam pembukaan ICEB, baik secara daring maupun luring, seperti dari Curtin University Australia hingga Queen Mary University of London. Selain itu, acara juga dihadiri oleh pimpinan universitas, akademisi, praktisi, serta para mahasiswa.
Pentingnya Akses Teknologi untuk Keberlanjutan
Dalam pembukaan ICEB, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin hadir membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Prof Madyan menyoroti ketimpangan akses terhadap teknologi di masyarakat.

“Teknologi bermanfaat hanya untuk sekelompok orang. Itu (teknologi, red) memang memiliki kekuatan namun tidak terdistribusi dengan rata. Banyak kelompok yang tertinggal dan tidak punya akses atas teknologi,” ujar Prof Madyan.
Prof Madyan menegaskan bahwa bahwa teknologi bukan hanya untuk mendapatkan profit semata. Ia juga menambahkan mengenai bagaimana teknologi perlu digunakan untuk kebermanfaatan lingkungan sosial yang penting bagi keberlanjutan.
“Inilah mengapa kita membutuhkan nilai praktis yang penting, di mana setiap orang memiliki akses dan manfaat yang sama. Pastikan teknologi bukan hanya untuk bisnis tetapi juga untuk lingkungan sosial. Not only for today but sustainability,” ucap Rektor Terpilih UNAIR itu.
Ruang Bertukar Wawasan
Selain, itu Dekan FEB Prof Dr Dian Agustia SE MSi Ak CMA CA juga turut memberikan sambutan. Ia mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya ICEB 2025. Prof Dian juga berharap diskusi yang berlangsung selama konferensi dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Kami dengan bangga menyambut Anda semua di ICEB tahun ini. Saya berharap konferensi ini bukan sekadar forum akademis semata, tetapi juga ruang untuk bertukar wawasan dan pengalaman,” ujar Prof Dian.
Teknologi untuk Inklusi Keuangan
Dalam sesi keynote speech, Direktur Grup Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Seto Wardono, menyampaikan pentingnya teknologi dalam memperluas inklusi keuangan. Seto menjelaskan berdasarkan data BPS bahwa integrasi sistem digital pada bank mampu meningkatkan jumlah simpanan nasabah di daerah pedesaan. Ia menutup sesi dengan pesan kepada masyarakat untuk tidak ragu menabung di bank.
“Jangan takut menabung di bank. Komitmen kami untuk menjaga dana Anda tidak pernah goyah. Bersama-sama, kita membangun sistem perbankan Indonesia yang lebih kuat dan tangguh,” tutupnya, sembari menyampaikan apresiasi kepada UNAIR atas kesempatan yang diberikan.
ICEB 2025 akan berlangsung hingga Rabu (4/6/2025), dan mencakup sesi konferensi serta parallel sessions. Pada sesi paralel, para peserta akan mempresentasikan penelitian yang telah mereka kirimkan sebelumnya.
Penulis: Rosa Maharani
Editor: Yulia Rohmawati





