Universitas Airlangga Official Website

FEB UNAIR Berprestasi, Dhea Maulina Riyadi Juara 1 Karate Internasional

hea Maulina Riyadi saat awarding Juara 1 di International Karate Open Championship 2025 "Sebelas Maret Open". (Foto: Dok. Pribadi)
hea Maulina Riyadi saat awarding Juara 1 di International Karate Open Championship 2025 "Sebelas Maret Open". (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Dhea Maulina Riyadi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi angkatan 2024, baru-baru ini meraih Juara 1 pada International Karate Open Championship 2025 “Sebelas Maret Open”. Dhea yang telah berlatih karate sejak SMP, berhasil mencapai puncak prestasi berkat konsistensi, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Meskipun perjalanan kariernya penuh dengan tantangan, Dhea menunjukkan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat mengantarkan pada keberhasilan.

Perjalanan Dhea di Dunia Karate dan Kunci Kemenangan

Dhea memulai karirnya di dunia karate sejak SMP, meskipun sudah tertarik pada olahraga ini sejak SD. “Sekolah saya bekerja sama dengan klub karate yang sudah lama saya impikan. Dari situ saya mulai berlatih serius, tidak pernah absen, dan perlahan dilirik pelatih untuk ikut kejuaraan,” ungkap Dhea. Meski sempat mengalami kegagalan, termasuk dua kekalahan berturut-turut di Porkab dan O2SN, ia bangkit dengan dukungan orang tua dan kembali meraih prestasi. Kunci keberhasilan Dhea dalam kompetisi internasional seperti Sebelas Maret Open terletak pada konsistensi latihan, disiplin, dan persiapan mental yang matang.

Dhea Maulina Riyadi berfoto bersama peserta lain setelah kompetisi Sebelas Maret Open 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

Dalam proses latihan, Dhea tidak hanya fokus pada kekuatan fisik tetapi juga keindahan gerakan. “Saya fokus memperbaiki teknik kata seperti postur, power, timing, kime, dan keindahan gerakan,” tambahnya. Ia juga mengakui bahwa kegagalan di masa lalu justru membuatnya lebih kuat dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Semua usaha tersebut membuahkan hasil, dan ia berhasil meraih kemenangan sebagai Juara 1 dalam kejuaraan internasional tersebut.

Mengelola Tekanan dan Dukungan yang Membantu Meraih Juara

Menghadapi tekanan di tengah pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Dhea mengelola tekanan dengan fokus pada dirinya sendiri, bukan pada lawan. “Saya selalu fokus pada diri saya, karena yang dinilai adalah kualitas performa saya. Sebelum tampil, saya melakukan pernapasan dalam dan visualisasi,” ujarnya. Menjaga fokus selama pertandingan menjadi kunci agar bisa tampil maksimal meskipun ada gangguan dari luar. Dengan persiapan mental yang matang, Dhea merasa lebih tenang saat bertanding.

Selain itu, Dhea juga menerima dukungan besar dari pelatih, teman-teman sedojo, dan pihak kampus yang sangat membantu dalam persiapan dan menjaga motivasi. “Pelatih memberikan koreksi teknik dan membantu strategi bertanding, sementara teman-teman sedojo juga selalu menyemangati saya,” jelasnya. Dengan adanya dukungan ini, Dhea semakin percaya diri dan siap menghadapi setiap lawan di pertandingan. Semua itu berperan besar dalam meraih kemenangan di ajang Sebelas Maret Open.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto