Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) melakukan penelitian untuk memahami mengapa sebagian orang dengan HIV tidak mengalami pemulihan daya tahan tubuh yang optimal, meskipun sudah rutin menjalani pengobatan HIV (terapi antiretroviral/ART) dan jumlah virus dalam tubuhnya sudah tidak terdeteksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tidak optimalnya peningkatan sel CD4, yaitu sel darah putih yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 464 pasien yang tercatat, sebanyak 382 pasien memenuhi kriteria untuk dianalisis. Seluruh pasien telah mencapai kondisi virus tidak terdeteksi, namun sebagian di antaranya belum mengalami pemulihan daya tahan tubuh secara optimal. Penelitian ini menemukan bahwa kondisi sistem imun sebelum memulai pengobatan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemulihan. Pasien yang memulai terapi ketika jumlah CD4 masih sangat rendah (di bawah 200 sel/mm³) memiliki risiko lebih tinggi mengalami pemulihan yang lambat. Selain itu, enam bulan pertama setelah memulai terapi merupakan periode yang krusial, karena kenaikan CD4 yang lebih cepat pada fase awal pengobatan umumnya berkaitan dengan hasil pemulihan yang lebih baik dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya deteksi HIV sejak dini dan memulai terapi sesegera mungkin sebelum terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh yang berat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam penguatan kebijakan dan peningkatan mutu layanan HIV di Indonesia, terutama melalui perluasan akses skrining, percepatan inisiasi terapi, serta penguatan pemantauan klinis guna meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Viruses (2025; 17(12): 1581) dengan judul “Defining and Predicting HIV Immunological Non-Response: A Multi-Definition Analysis from an Indonesian Cohort.”. Penelitian ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui penguatan inovasi berbasis data klinis, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, dan perluasan akses pelayanan yang lebih adil, merata, dan berkualitas.
Penulis : Prof.Dr.Afif Nurul Hidayati,dr.,Sp.DVE,Subsp.Ven
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada :
https://www.mdpi.com/1999-4915/17/12/1581
Defining and Predicting HIV Immunological Non-Response: AMulti-Definition Analysis from an Indonesian Cohort
Brian Eka Rachman, Yehuda Tri Nugroho Supranoto, Tri Pudy Asmarawati, Soraya Isfandiary Iskandar, Siti Qamariyah Khairunisa, Muhammad Vitanata Arfijanto, Usman Hadi, MuhammadMiftahussurur, Nasronudin Nasronudin, Masanori Kameoka, and Afif Nurul Hidayati





