UNAIR NEWS – Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Syahrur Marta Dwisusilo PhD dan Nunuk Endah Srimulyani PhD selaku koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi terhadap kelima mahasiswa internship di ANA Narita Airport Services. Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu (26/11/2025).
ANA Narita Airport Services merupakan program internship dari All Nippon Airways (ANA), maskapai penerbangan terbesar di Jepang yang termasuk dalam anggota Star Alliance dengan standar kelas dunia. Kesempatan magang ini diperoleh oleh lima mahasiswa angkatan 2021-2022 yang tersebar dalam dua divisi.
Pada divisi Ground Handling Service diisi oleh Azka Aryadhika H dan Ezra Artasasta S. Sedangkan di divisi passenger service terdapat Bertha Vallencia H, Indi Haru F, dan Moch Rangga Pratama W. Mereka telah melaksanakan kegiatan internship selama hampir satu tahun, mulai dari Desember 2024 tahun lalu.
Menilik Langsung Kerja Mahasiswa di Lapangan
Kegiatan monitoring dimulai dengan diskusi setahun perkembangan mahasiswa dengan Tomoko Nozawa dan Tomomi Murata selaku Direktur dan Manajer Human Resources ANA. Setelah itu, Syahrur dan Nunuk juga berkesempatan untuk menilik langsung mahasiswa yang tengah beraksi di lapangan. Bertha dan Azka yang bertugas di hari itu, dengan percaya diri menunjukkan kemampuan terbaik yang telah mereka peroleh selama setahun.

Satu tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mempelajari banyak hal baru bagi kelima mahasiswa tersebut. Tampak berbagai perubahan besar yang mereka alami sehingga membentuk mereka menjadi lebih profesional dan berdedikasi tinggi. Banyak pula keterampilan-keterampilan baru yang dulunya tidak pernah mereka bayangkan selama di Indonesia, kini menjadi tantangan yang harus mereka hadapi setiap hari.
“Dalam pekerjaan ini dituntut profesionalisme dan ada ‘dinding bahasa’ tinggi yang harus ditaklukan,” ungkap Rangga. Ezra juga menambahkan tentang budaya Jepang yang wajib dipahami. “Untuk mencegah potensi kecelakaan di lapangan dan kesalahpahaman di lingkungan kerja, harus memahami konsep hourensou (houkoku, renraku, dan soudan), yaitu lapor, hubungan, dan konsultasi,” imbuh Ezra.
Tak hanya itu, pastinya ada banyak kesulitan yang harus dihadapi, dan tidak mungkin untuk menyatakan tidak bisa dalam situasi tersebut. “Jika merasa kesulitan atau tidak bisa, harus berusaha dua kali lipat lebih keras daripada yang lain,” ungkap Indi.
Kesempatan Bekerja di ANA Narita Airport Services
Dalam diskusi, Nozawa dan Murata memberikan banyak masukan dan penilaian hasil kerja kelima mahasiswa. Dengan proses evaluasi perusahaan dan hasil nilai yang baik, harapannya mahasiswa internship berkesempatan untuk kembali ke ANA Narita Airport Services.
Kegiatan internship ini akan berakhir pada Desember 2025. Harapannya kelima mahasiswa tersebut segera menyelesaikan studi mereka dengan baik di UNAIR di tahun 2026. Pihak ANA juga berharap peserta internship yang telah melalui evaluasi dapat kembali berkontribusi di ANA Narita Airport Services sebagai pekerja tetap. Kesempatan mengikuti program internship tersebut terbuka lebar bagi para mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Jepang yang ingin mencari pengalaman kerja langsung di Jepang.
“Mental dan fisik yang kuat menjadi pondasi utama dalam bekerja. Apabila tidak terbiasa, akan sedikit shock saat bekerja di lapangan,” saran Azka yang bertugas di posisi Ground Handling. Kelima mahasiswa internship, kini semuanya memiliki impian yang tinggi agar ke depannya dapat bekerja kembali di Jepang.
Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu MHum
Editor: Yulia Rohmawati





