Universitas Airlangga Official Website

FIB UNAIR-Dispusip Surabaya Eksplorasi Budaya di Kawasan Kalimas

Dekan FIB UNAIR Prof. Dr. Purnawan Basundoro (kiri) dan sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surabaya Wawan Windarto (kanan) selepas turun dari perahu penyusur kalimas. (Foto: Haryansyah Setiawan)

UNAIR NEWS – Program entri ensiklopedia kearifan lokal Surabaya hasil kolaborasi  Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) serta jajaran dinas terkait dari Pemerintah Kota Surabaya kembali dilanjutkan. Kali ini, kajian entri cagar budaya diawali dengan mengeksplorasi Kalimas pada Selasa (17/5/2022).

Kepada tim UNAIR NEWS, Dekan FIB UNAIR Prof Dr Purnawan Basundoro MHum, menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi sungai kalimas ini, berawal dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Surabaya Art and Culture Encyclopedia Website with 360 Virtual Tour yang digelar akhir Desember 2021 lalu, mendapat perhatian publik internasional. Program ensiklopedia yang ditulis dalam lima bahasa, yakni bahasa Indonesia, Surabaya, Inggris, Jepang, dan bahasa Perancis itu, berhasil lolos sebagai 8 besar terbaik se-Asia dalam ajang penghargaan Times Higher Education (THE) Awards Asia 2022 kategori Excellence and Innovation in the Arts.

“Ketika THE mengadakan (kompetisi itu, red) kita daftarkan, ternyata lolos 8 besar ASIA sehingga terus saya koordinasikan agar ini harus serius dan jangan hanya berorientasi pada lomba itu. Tapi ini untuk pengembangan lebih luas,” ujar Prof Purnawan. 

Guru Besar Ilmu Sejarah yang banyak menulis buku tentang sejarah kota tersebut mengungkap, kota Surabaya terbentuk di sepanjang sungai kalimas sehingga muncul bangunan bersejarah. Tercatat ada banyak gedung yang berjajar di sekitar kalimas seperti  gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Balai Kota Surabaya, Siola dan berbagai bangunan bersejarah lainnya.

“Untuk hari ini kita ingin fokus pada budaya sekitar kalimas, karena  bagaimanapun juga kota Surabaya kan terbentuk di sepanjang sungai kalimas, sehingga di sepanjang kalimas itu ada peradaban budaya yang luar biasa, jadi mulai dari gedung bersejarah kemudian pasti ada tradisi-tradisi yang terbentuk di sepanjang (sungai ini, red),” tegas Prof  Pur.

Dekan FIB itu berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat menambah dua belas entri baru ensiklopedia  dalam lima bahasa  serta turut andil dalam pengembangan wisata dan budaya di kawasan sungai kalimas Surabaya.

“Akan kita koordinasikan untuk terus nanti menambah entri (ensiklopedia, red),” pungkas Prof Pur.

Penulis: Haryansyah Setiawan

Editor: Nuri Hermawan