UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung kesehatan dan pengelolaan biota perairan Indonesia. Komitmen itu terwujud melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan terhadap dua ekor Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang berada di bawah pengelolaan Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Gerai Pelayanan Sidoarjo.
Kegiatan ini terselenggara berdasarkan permohonan resmi Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar selaku Management Authority (MA) pengelolaan biota perairan dilindungi. Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar juga saat ini menerima penitipan dua ekor Buaya Muara sebelum penempatan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter hewan dan dosen Divisi Patologi FKH UNAIR dengan melibatkan 32 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) calon dokter hewan serta 12 mahasiswa asisten praktikum Divisi Patologi. Kegiatan ini menjadi wahana pembelajaran lapangan yang memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang diagnostik, patologi veteriner, dan kesehatan biota akuatik.
Evalusasi Kondisi Secara Menyeluruh
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik menyeluruh, evaluasi kondisi tubuh dan status kesehatan, serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium guna memperoleh gambaran kesehatan yang lebih komprehensif. Harapannya, pemeriksaan laboratorium tersebut dapat mendeteksi secara dini adanya gangguan kesehatan, infeksi, maupun kondisi lain yang memerlukan penanganan khusus.
Dari hasil pemeriksaan awal, salah satu individu Buaya Muara teridentifikasi mengalami dehidrasi berat yang memerlukan tindakan medis segera. Tim dokter hewan FKH UNAIR kemudian memberikan terapi cairan melalui infus sebagai bagian dari upaya stabilisasi kondisi buaya. Selain itu, kedua individu buaya akan terus berada dalam pemantauan kesehatan secara berkala untuk memastikan kondisi fisiknya tetap optimal hingga proses pengelolaan selanjutnya dilaksanakan.
Ketua Divisi Patologi FKH UNAIR, Prof Dr Hani Plumeriastuti, drh MKes menyampaikan bahwa kesehatan hewan merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan dan pelestarian biota perairan. “Setiap hewan yang berada dalam proses penitipan maupun rehabilitasi memerlukan evaluasi kesehatan yang berbasis ilmiah dan dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten,” ujarnya.
Libatkan Mahasiswa
Sebagai institusi pendidikan kedokteran hewan yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang kesehatan hewan, patologi veteriner, dan kesehatan biota akuatik, FKH UNAIR terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat. “Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis. Tetapi juga membentuk pemahaman mengenai pentingnya peran dokter hewan dalam mendukung pengelolaan sumber daya hayati Indonesia secara berkelanjutan,” imbuh Prof Hani.

(Foto: Dok. Tim ITMED Asisten Praktikum Patologi)
Buaya Muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu reptil akuatik terbesar yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Oleh karena itu, upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan biota perairan dan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung perlindungan sumber daya hayati perairan Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, FKH berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran hewan, kesehatan biota akuatik, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia veteriner yang mampu menjawab berbagai tantangan pengelolaan biota perairan dan lingkungan di masa depan.
Penulis: Drh Bilqisthi Ari Putra SH MSi CMC
Editor: Yulia Rohmawati





