Universitas Airlangga Official Website

FKM Selenggarakan SPICE, Dorong Pemahaman Budaya Kuliner Global bagi Mahasiswa

Mahasiswa internasional sedang memasak makanan khas negaranya
Mahasiswa internasional sedang memasak makanan khas negaranya (Foto: Koleksi Panitia)

UNAIR NEWS – Program Studi Gizi Universitas Airlangga menghadirkan kegiatan internasional bertajuk SPICE (Sharing Passion in International Culinary Exchange). SPICE merupakan sebuah program kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa UNAIR dengan 17 mahasiswa asing dari berbagai negara. Kegiatan ini terselenggara pada Kamis (13/11/2025) di Aula Soemarto, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan terdiri tiga rangkaian utama, yaitu guest lecture, cooking session, dan pameran kuliner.

Materi guest lecture mencakup isu keamanan pangan, tips food safety sehari-hari, hingga penjelasan terkait label standar makanan. Dalam sesi ini, mahasiswa asing mendapatkan pembekalan seputar tips tentang bagaimana mereka dapat beradaptasi dengan kuliner Indonesia. Mulai dari mencari makanan yang aman, murah, hingga memahami risiko makanan tertentu sebagai pendatang di lingkungan baru.

Guest lecture oleh Dosen S1 Gizi UNAIR
Guest lecture oleh Dosen S1 Gizi UNAIR (Foto: Koleksi Panitia)

Sementara itu, pada sesi cooking session, mahasiswa asing yang hadir memasak makanan autentik dari negara asal mereka untuk ditampilkan dan dicicipi oleh peserta. Beragam food tester diberikan, dan menu yang paling banyak diminati adalah nasi biryani, hidangan yang terasa familiar bagi banyak peserta namun tetap menyimpan keunikan rasa autentik. Salah satu makanan yang juga menarik perhatian berasal dari Madagaskar, yang menggunakan kacang putih khusus yang bahkan harus dicari melalui Indian store.

Anisa Lailatul Fitria SGz MSc sekretaris Program Studi Gizi, menjelaskan bahwa SPICE berangkat dari peluang dana hibah di bawah naungan Airlangga Global Engagement. Melihat potensi besar program studi Gizi, baik fasilitas maupun sumber daya manusia, kegiatan ini penting untuk menjawab kebutuhan mahasiswa internasional terhadap edukasi budaya makan dan tantangan food safety. “Kita ingin mengemas kegiatan mobility ini dengan fun. Karena salah satu visi misi KPS Gizi adalah bagaimana kegiatan di prodi bisa dinikmati banyak orang,” ujar Anisa.

Lebih jauh, Anisa menekankan manfaat dari kegiatan ini, yakni memberikan paparan global kepada mahasiswa UNAIR. “Mahasiswa kita perlu melihat langsung perbedaan budaya makan. Bukan untuk memengaruhi, tetapi agar mereka memahami apa yang selama ini dipelajari di kelas dan bagaimana kenyataannya di lapangan,” jelasnya.

Dalam kurikulum S1 Gizi, terdapat mata kuliah Gizi Kuliner yang mempelajari variasi makanan dari berbagai negara. Kehadiran mahasiswa asing memungkinkan mahasiswa UNAIR merasakan proses belajar langsung. Mulai dari teknik memasak khas, penggunaan bahan autentik, hingga mengenal hidangan yang tidak ditemukan dalam buku teks. 

Mahasiswa Gizi yang sehari-hari berkegiatan di dapur praktikum juga mendapat kesempatan untuk bertukar teknik memasak, bumbu, dan ide menu internasional dengan para mahasiswa asing. Interaksi ini menjadi bentuk cross-cultural learning yang autentik dan aplikatif.

Ke depannya, Anisa berharap SPICE dapat terus menjadi program berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan agar dapat menjadi wadah edukasi mengenai dinamika budaya makan global. Sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa untuk kemajuan Program Studi Gizi UNAIR,” tutupnya.

Penulis: Rizma Elyza

Editor: Yulia Rohmawati