UNAIR NEWS – Banjir dan tanah longsor di Pacitan mencuri perhatian masyarakat Indonesia, termasuk kalangan mahasiswa. Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban, mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga menggalang dana berupa penerimaan donasi uang, sembako, pakaian layak pakai, hingga selimut.
Aksi bertajuk GPP atau Gerakan Peduli Pacitan itu melibatkan organisasi mahasiswa (ormawa) FKp UNAIR. Yakni, BEM (badan eksekutif mahasiswa), BLM (badan legislatif mahasiswa), GENCorps (Green Nursing Corps), dan Skiners (Sie Kerohanian Islam Ners).
GPP tersebut berupa penggalangan dana secara sukarela di setiap kelas, termasuk menerima donasi terbuka, baik transfer uang maupun sumbangan materi. Seperti pakaian layak pakai, selimut, dan sembako.
Penggalangan dana itu dilakukan sejak 30 November hingga berakhir pada 6 Desember 2017. Bantuan yang terkumpul dari civitas akademika FKp bakal disalurkan langsung kepada warga Pacitan melalui GENCorps.
Kepedulian yang tinggi mahasiswa FKp melalui aksi GPP berhasil mencuri perhatian dosen FKp sehingga dukungan tersebut langsung tersampaikan kepada warga Pacitan. Sementara itu, gagasan aksi GPP tersebut muncul karena mahasiswa FKp ingin menunjukkan kepedulian dan kepekaannya terhadap warga Pacitan di civitas akademika UNAIR.
”Aksi GPP tercetus karena kami ingin menumbuhkan rasa kemanusiaan di lingkungan mahasiswa FKp. Harapannya, aksi ini akan menjadi langkah awal untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat Indonesia. Waktu bukan menjadi alasan untuk mengabdi. Walau sekarang FKp disibukkan dengan ujian akhir semester (UAS), kami tetap ingin menunjukkan kepedulian seorang mahasiswa terhadap masyarakat,” jelas Ferly, salah seorang mahasiswa FKp.
Ferly mengungkapkan, bantuan yang terkumpul akan dibawa langsung ke Pacitan pada Jumat (8/12) pukul 20.00. Dia berharap aksi semacam itu terus diadakan pada kemudian hari sehingga rasa kepedulian mahasiswa kepada masyarakat bisa tertanam. Sebab, semangat tinggi mahasiswa sebagai pemuda akan sia-sia jika mereka tidak memiliki kepekaan yang tinggi pula terhadap lingkungan di sekitarnya. (*)
Penulis: Yenny Paramitha dan Teguh Dwi Saputro
Editor: Feri Fenoria