UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) teken Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Penandatanganan itu berlangsung di Ruang Sidang Pleno Balai RUA, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C pada Selasa (19/9/2023).
MoU dihadiri oleh Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak selaku Rektor Universitas Airlangga. Termasuk Haeriyah Yulianti S Sos MM selaku Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bondowoso beserta jajarannya.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan Universitas Airlangga. Khususnya terkait percepatan penurunan angka stunting,” ujar Yulianti mengawali.
Stunting sebagai Awal Kerja Sama
Pandemi kemarin semakin membuat angka kemiskinan di Kabupaten Bondowoso meningkat. Hal itu juga memicu turunnya tingkat kesadaran masyarakat atas pemenuhan gizi yang mengakibatkan stunting. Walaupun sudah mengalami penurunan sebanyak 5 persen, Kabupaten Bondowoso masih menjadi daerah nomor dua terbesar di Jawa Timur dalam hal stunting.
“Kondisi-kondisi terkait permasalahan stunting di Kabupaten Bondowoso menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan Universitas Airlangga,” jelasnya.
Pendampingan yang dilakukan oleh Universitas Airlangga termasuk pemberian mikronutrien suplemen untuk calon pengantin dan ibu hamil. Hal tersebut menjadi awal dari penandatanganan MoU kali ini.

Program Lanjutan
Program terdekat setelah penandatanganan adalah matching fund consortium. Itu ditujukan untuk mahasiswa UNAIR Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Prodi Gizi dan MBKM selama dua bulan di lima lokasi.
“Yang kedua, Program TOP-UP BKKBN Jawa Timur. Tiga puluh mahasiswa di lima lokasi pendampingan percepatan penurunan stunting selama satu bulan,” tambahnya.
Lokasi pada program-program tersebut adalah Desa Lumutan, Desa Jeruk Soksok, Desa Kembang, Desa Grujugan, dan Desa Sumbercanting. Ke depannya, MoU ditindaklanjuti dengan kerja sama antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Seperti, Dinas Kesehatan dalam hal pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga berharap bahwa kerja sama dengan UNAIR tidak hanya pada masalah stunting saja. Terutama pada bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Tanggapan Rektor
Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam kerja sama tersebut. Ia berpendapat bahwa kerja sama antara penguasa insyaallah akan berdampak maju. Jika dibangun berdasar ilmu dari para ulama dan akademisi, keadilan dari para pemerintah, kontribusi pajak, dan masyarakat dengan posisi marginal yang ikhlas serta terus mendoakannya.
“Jika empat hal ini bekerja bersama-sama, rasanya tidak ada persoalan yang tidak dapat kita atasi. Tentunya dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa,” tambahnya.
Prof Nasih juga mengajak para alumni untuk ikut serta menangani persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Kerja sama itu juga dapat membuat mahasiswa UNAIR tidak “gagap” ketika terjun ke masyarakat.
“Sekali lagi, kami berterima kasih atas kepercayaannya. Semoga kerja sama ini akan terus membuahkan hasil. Bersama insyaallah kita bisa dengan izin Ketuhanan Yang Maha Esa Allah SWT,” tungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Naqsya Riwansia
Editor: Feri Fenoria





