Stres oksidatif dari spesies oksigen reaktif (ROS) merupakan faktor utama dalam berbagai masalah kulit, termasuk peradangan, kulit kusam, warna kulit tidak merata, dan gangguan fungsi sawar kulit. Peneliti yang berasal dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Department of Biochemical Science and Technology, National Chiayi University, Taiwan memformulasi minyak atsiri bunga lawang dan ekstrak bunga telang yang merupakan antioksidan alami dengan sifat komplementer—yang satu berbasis minyak, efektif dalam lapisan lipid yang terlewati, sementara yang lainnya berbasis air, aktif dalam lingkungan hidrofilik.
Kombinasi keduanya menawarkan perlindungan antioksidan yang lebih luas, tetapi memiliki sifat kelarutan yang berbeda—yang satu berbasis minyak dan yang lainnya berbasis air—sehingga sulit untuk menggabungkan keduanya dalam satu produk yang stabil. Penelitian ini mengembangkan nanoemulsigel yang menggabungkan bahan aktif ini menggunakan rasio pengemulsi Tween 80 dan Span 80 yang bervariasi untuk mengoptimalkan keseimbangan hidrofilik-lipofilik (HLB). Homogenisasi geser tinggi digunakan untuk menghasilkan nanoemulsi, yang kemudian digel dengan Carbopol 940. Empat formulasi (F1 – F4) dikarakterisasi untuk sifat organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, ukuran droplet, indeks polidispersitas (PDI), potensi zeta, dan aktivitas antioksidan melalui uji DPPH.
Di antara semua formulasi, F3 (HLB 11,79) menunjukkan ukuran droplet terkecil (134,7 ± 2,1 nm), PDI terendah (0,183), dan potensi zeta (32,1 ± 1,3 mV), yang menunjukkan stabilitas nanoemulsi yang unggul. F3 juga menunjukkan pH optimal (5,79), viskositas sedang, dan daya sebar yang baik. Analisis aktivitas antioksidan mengungkapkan bahwa F3 memiliki kapasitas pemulungan tertinggi, dengan IC₅₀ sebesar 98,53 µg/mL. Analisis statistik mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan antara formulasi (p < 0,05), dengan F3 secara signifikan lebih unggul. F3 diidentifikasi sebagai formulasi nanoemulgel yang optimal, menggabungkan stabilitas fisik dan aktivitas antioksidan yang kuat. Temuan ini mendukung potensi sistem nanoemulsi sebagai pembawa yang efektif untuk menghantarkan zat aktif nabati dalam formulasi kosmetik. Penelitian selanjutnya sebaiknya berfokus pada evaluasi efikasi in vivo dan penilaian stabilitas formulasi dalam kondisi penyimpanan waktu nyata.
Penulis: Retno Widyowati
Untuk informasi yang lebih lengkap dapat dilihat pada artikel aslinya dengan judul: “Formulation and Physicochemical Evaluation of Nanoemulgel Star Anise Essential Oil (Illicium verum Hook. f.) and Butterfly Pea Extract (Clitoria ternatea L.) as Antioxidant Cosmetics” pada Trends in Sciences 2025;22(11):1-14dengan tautan berikut ini: https://tis.wu.ac.th/index.php/tis/article/view/10166/1571





