Universitas Airlangga Official Website

Freeze Dried Bovine Bone Meningkatkan Ekspresi Alp dan Col-1 dalam Kultur Sel Punca Mesenkim

Freeze Dried Bovine Bone Meningkatkan Ekspresi Alp dan Col-1 dalam Kultur Sel Punca Mesenkim
Sumber: KalbeMed

Perbaikan cacat tulang dapat dilakukan dengan menggunakan rekayasa jaringan yang melibatkan kombinasi perancah, sel punca, dan faktor pertumbuhan. Scaffold alami yang umum digunakan adalah Deproteinized Bovine Bone Material (DBBM), tetapi hanya bersifat osteokonduktif dan tidak osteoinduktif serta memiliki biodegradasi yang lambat. Alternatif lain dari perancah adalah Freeze Dried Bovine Bone (FDBB) yang memiliki sifat osteokonduktif yang lebih baik dan perancah deselularisasi yang disebut decellularization Freeze-Dried Bovine Bone (dc-FDBB). Dalam proses rekayasa jaringan, perancah dapat menginduksi diferensiasi sel punca mesenkim dan sel osteoprogenitor menjadi osteoblas yang kemudian membentuk matriks tulang. Proses pembentukan osteoblas akan mempengaruhi peningkatan gen Collagen type 1 (COL-1) dan Alkaline Phosphatase (ALP). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ekspresi COL-1 dan ALP pada perancah FDBB dan DBBM untuk rekayasa jaringan tulang. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorium in vitro pada Human Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cells (hUC-MSC). Ada lima kelompok perlakuan, kelompok 1 perendaman hUC-MSC pada medium dasar, kelompok 2 perendaman hUCMSC pada medium osteogenik, kelompok 3 FDBB pada medium osteogenik, kelompok 4 dcFDBB terdelignifikasi pada medium osteogenik, dan kelompok 5 DBBM pada medium osteogenik. Selanjutnya, pembacaan RT-PCR dilakukan pada hari keenam dan ke-12, dengan masing-masing sampel direplikasi sebanyak dua kali. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) satu arah. Hasilnya Kelompok Hasilnya, kelompok 1 menunjukkan rerata ekspresi ALP dan COL-1 yang paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya pada hari keenam dan hari ke-12. Uji analisis ANOVA satu arah menunjukkan p<0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok dalam ekspresi ALP dan COL-1. Kesimpulannya perancah FDBB menunjukkan ekspresi ALP dan COL-1 tertinggi jika dibandingkan dengan kelompok DBBM dan dc-FDBB.

Penulis: David Buntoro Kamadjaja

Artikel terkait :  4-D24_3122_David_Buntoro_Kamadjaja_Indonesia-Exp.pdf

Baca juga: Regulasi Sitoskeletal Scaffold Polikaprolakton untuk Rekayasa Jaringan Tulang