Universitas Airlangga Official Website

Gabungan Tulang Sapi dan Propolis Ternyata Aman untuk Sel Punca: Terobosan Baru dalam Penyembuhan Tulang

sumber; halodoc
sumber; halodoc

Kerusakan tulang akibat kecelakaan, infeksi, atau penyakit sering kali memerlukan bahan pengganti untuk membantu proses penyembuhan. Salah satu bahan yang banyak digunakan adalah bovine hydroxyapatite (BHA), yaitu mineral tulang yang berasal dari tulang sapi. BHA memiliki struktur yang mirip dengan tulang manusia dan berfungsi sebagai kerangka (scaffold) untuk pertumbuhan tulang baru.

Namun, para peneliti kini melangkah lebih jauh dengan mencoba mengombinasikan BHA dengan propolis—zat resin alami yang diproduksi lebah. Propolis dikenal memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Pertanyaannya: apakah kombinasi kedua bahan ini aman untuk sel manusia?

Sebuah penelitian laboratorium terbaru menilai keamanan BHA–propolis composite terhadap mesenchymal stem cells (MSCs), yaitu sel punca yang berperan penting dalam pembentukan tulang. Penelitian menggunakan empat kelompok: BHA saja, serta BHA yang dikombinasikan dengan propolis konsentrasi 25%, 50%, dan 75%.

Lebih Berpori, Lebih Baik untuk Pertumbuhan Tulang

Hasil pemeriksaan dengan mikroskop elektron (SEM) menunjukkan bahwa penambahan propolis membuat pori-pori BHA menjadi lebih besar, terutama pada konsentrasi 50%. Pori besar ini penting karena memungkinkan sel tulang bermigrasi, tumbuh, dan membentuk jaringan baru dengan lebih baik. Porositas merupakan komponen krusial dalam desain bahan rekayasa tulang.

Struktur Mineral Tetap Stabil

Pemeriksaan menggunakan X-ray diffraction (XRD) menunjukkan bahwa penambahan propolis tidak merusak struktur kristal hydroxyapatite. Artinya, kekuatan dan kestabilan BHA tetap terjaga meskipun ditambahkan propolis.

Kaya Senyawa Bioaktif

Melalui uji FTIR, GC-MS, dan skrining fitokimia, propolis terbukti mengandung berbagai senyawa bermanfaat seperti fenol, flavonoid, gliserin, dan asam lemak. Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki efek antibakteri dan antiinflamasi, sehingga berpotensi meningkatkan proses penyembuhan tulang dan mencegah infeksi pascaoperasi.

Hasil Paling Penting: Tidak Beracun dan Justru Meningkatkan Pertumbuhan Sel

Uji MTT yang menilai viabilitas sel menunjukkan hasil yang sangat menarik. BHA saja menghasilkan sekitar 70% sel hidup. Namun kombinasi BHA–propolis justru membuat jumlah sel hidup meningkat hingga lebih dari 100%, dengan konsentrasi 50% menjadi yang paling optimal.

Tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan sel atau perubahan morfologi akibat paparan bahan. Ini berarti komposit BHA–propolis tidak bersifat toksik dan mendorong proliferasi sel punca, suatu hal yang sangat penting untuk regenerasi tulang.

Arah Masa Depan Bahan Cangkok Tulang Lokal

Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi BHA–propolis sangat menjanjikan sebagai bahan cangkok tulang yang aman, bioaktif, dan potensial untuk mempercepat penyembuhan. Menariknya, kedua bahan tersebut mudah diperoleh di Indonesia: BHA dari industri peternakan, dan propolis dari budidaya lebah lokal.

Meski hasil awal ini positif, uji lebih lanjut pada hewan dan manusia perlu dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan dalam jangka panjang.

Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana bahan alam lokal dapat diolah menjadi solusi medis modern dan relevan untuk kebutuhan regenerasi tulang.

Penulis : Ilham Irsyam, Ferdiansyah Mahyudin, Gondo Mastutik, Tri Widyawati, Felix Zulhendri, Heru Rahmadhany, Andriandi Andriandi, Reza Mahruzza Putra, Jonathan Baginta Wibisana, M. Arya Muqita Lubis
Judul Artikel : In vitro cytotoxicity evaluation of bovine hydroxyapatite–propolis composite on human mesenchymal stem cells
Jurnal : Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research
Tautan : https://doi.org/10.48309/jmpcr.2026.540709.1805
https://jmpcr.samipubco.com/article_229666.html