Universitas Airlangga Official Website

Gagas Digitalisasi Sistem Rantai Pasok Rumput Laut, Mahasiswa UNAIR Raih Juara 3 Business Plan Nasional

Albert Rafael, mahasiswa FTMM UNAIR menyabet juara 3 business plan nasional pada bidang Energy Optimization. (Foto: Istimewa)
Albert Rafael, mahasiswa FTMM UNAIR menyabet juara 3 business plan nasional pada bidang Energy Optimization. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kesatria Airlangga tak henti menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini Albert Rafael, mahasiswa Fakultas Teknologi dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR berhasil menyabet Juara 3 dalam kategori Energy Optimization pada kompetisi business plan Pertamuda Energy Founder pada Jumat – Kamis (24-30/10/25) di Yogyakarta.

Kompetisi yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero) yang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi (DIKTI) itu bertujuan mendorong inovasi startup energi dan keberlanjutan. Dalam kompetisi itu, ia berhasil mengalahkan 3600 peserta dari seluruh Indonesia serta berhasil melaju hingga meraih juara 3.

“Bisa sampai di tahap ini merupakan suatu pembuktian dan validasi dari ide yang selama ini ada di kepala saya. Akhirnya ide itu dapat saya tuangkan dalam business plan ini dan mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Saya juga mendapat banyak pelajaran, wawasan dari mentor, dan teman-teman hebat,” ungkapnya.

Dalam kompetisi tersebut, Albert menggagas inovasi Ini sistem operasi digital untuk memperbaiki rantai pasok rumput laut Indonesia supaya lebih efisien dan bernilai tambah tinggi yang ia beri nama NauticalNurture. Dalam sistem berbasis digital, ia menarget para supplier rumput laut sebagai target pengguna NauticalNurture.

“Sistem yang saya gagas dapat membantu penyediaan infrastruktur pendukung di lapangan, sistem grading kualitas dengan AI berbasis visual image, dan pengemasan standar dengan label transparan. Sehingga, rumput laut dari Indonesia bisa bersaing di pasar global dan bisa mendorong ekspor dengan harga jauh lebih baik,” ungkapnya. 

Dalam merealisasikan idenya, kedepannya Albert ingin bekerjasama dengan sentra penghasil rumput laut. Hal itu betujuan untuk menguji sistem yang ia ciptakan sekaligus mengimplementasikan dalam dunia bisnis secara langsung. Setelah terbukti di lapangan, ia berencana membuka kerjasama lebih besar dengan asosiasi, offtaker, atau stakeholder lain.

“Harapannya akan lebih banyak pihak dalam rantai pasok rumput laut ini yang akan diuntungkan. Selain itu, juga dapat mendukung pertumbuhan blue economy yang lebih optimal bagi Indonesia. Semoga, kompetisi semacam ini terus berlanjut agar lebih banyak anak muda berani mewujudkan ide dan mentransformasi Indonesia lewat inovasi,” pungkasnya

Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi

Editor:Khefti Al Mawalia