UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan International Development Student Conference (IDSC) sebagai ajang kompetisi akademik bergengsi berskala internasional. Memasuki tahun ke-14, IDSC tahun ini kembali dengan ruang lingkup yang lebih luas melalui tema besar bertajuk Accelerating Sustainable Growth, Navigating the Economic Paradox.
Ketua Organizing Committee (KOC) IDSC 2025, Antonio Billydharma Pangestu menjelaskan bahwa tema tersebut bermula dari tantangan global yang kerap mempertemukan pertumbuhan ekonomi dengan dilema keberlanjutan. Dari gagasan tersebut, IDSC menggalakkan dua kategori utama, yakni Conference & Call for Paper (CCFP) serta International Business Case Competition (IBCC).
Kompetisi Ketat dengan Beragam Peserta
Billy, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa tahun ini IDSC diikuti oleh 76 tim dari 33 kampus. Termasuk peserta dari Yaman, Norwegia, Arab Saudi, dan Pakistan. Setelah melalui proses seleksi, terpilih 10 finalis yang diundang ke Surabaya untuk mengikuti rangkaian final pada Rabu hingga Minggu (5-9/11/2025).

Selama final stage, peserta mengikuti sesi mentoring bersama BNI Group, company visit ke Bank Indonesia De Javasche Bank dan OJK Jatim, hingga sesi pitching dan live case challenge yang harus diselesaikan dalam satu malam. Puncaknya, seluruh finalis mempresentasikan gagasan mereka dalam Conference Day sebelum memasuki Awarding Night.
“Salah satu momen berkesan adalah proses penilaian IBCC yang dilakukan langsung oleh jajaran manajemen BNI Group. Jadi inovasi para finalis diuji oleh para petinggi perusahaan. Itu pasti menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi peserta,” ujarnya.
Ruang Pengembangan Mahasiswa
Lebih lanjut, Billy mengatakan bahwa IDSC adalah ruang yang mempertemukan mahasiswa dengan isu pembangunan global melalui riset dan analisis bisnis. “Kalau mahasiswa ingin mengembangkan inovasi berbasis konsultasi atau bisnis, IBCC menjadi wadah yang tepat. Kalau fokus pada riset, CCFP membuka peluang publikasi di jurnal yang berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa melalui IDSC, peserta dapat belajar memahami dinamika global development sekaligus memperluas jejaring lintas kampus dan lintas negara. Di sisi lain, penyelenggaraan IDSC memperkuat posisi UNAIR sebagai tuan rumah sekaligus institusi yang mendorong kolaborasi akademik berskala internasional.
Pada akhir, Billy menilai antusias peserta tahun ini jauh lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Ia berharap antusias tersebut terus meningkat ke depannya. “Semoga IDSC bisa scale up ke tingkat yang lebih luas lagi, menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah maupun negara, dan mendapat dukungan yang lebih besar di tahun mendatang,” pungkasnya.
Penulis: Fania Tiara Berliana M
Editor: Yulia Rohmawati





