Universitas Airlangga Official Website

Gaming Program untuk Meningkatkan Sikap dan Pemahaman Mahasiswa Kesehatan Terhadap Demensia

Gaming Program untuk Meningkatkan Sikap dan Pemahaman Mahasiswa Kesehatan Terhadap Demensia
Sumber: NSCC

Peningkatan populasi yang menua global menyebabkan meningkatnya jumlah orang dengan demensia, termasuk di Indonesia dengan lebih dari 4,2 juta orang. Kebijakan untuk menciptakan masyarakat “ramah demensia” diperlukan, namun sikap usia dalam praktik kesehatan sering mengakibatkan perawatan yang tidak setara bagi orang dewasa yang lebih tua. Oleh karena itu, profesional kesehatan perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang perawatan demensia.

Studi lain menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran dan keperawatan memiliki sikap netral dan kurang pengetahuan tentang demensia. Program pendidikan berbasis permainan, telah dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap mereka terhadap orang dewasa yang lebih tua dengan demensia. Adaptasi program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa kesehatan di Indonesia.

Penelitian kedepan ini merupakan program pendidikan berbasis, dengan setiap sesi berlangsung sekali untuk maksimal 60 peserta, yang dibagi menjadi kelompok kecil 7-8 orang. Fasilitator yang terdiri dari anggota tim penelitian dan dosen kesehatan akan dilatih bersama oleh tim Jepang dan Indonesia. Program ini terdiri dari tiga komponen utama: film pendek tentang komunikasi yang tidak diinginkan dengan orang yang hidup dengan demensia, kuliah, dan permainan kartu yang diakhiri dengan skenario komunikasi yang diinginkan. Seluruh kegiatan dirancang untuk berlangsung selama 90 menit, dengan urutan yang ditentukan berdasarkan studi sebelumnya.

Dalam penelitian ini diberikan perkuliahan tentang demensia yang menjadi dasar program pendidikan yang didasarkan pada kurikulum kesehatan demensia dan pelatihan di Jepang. Kuliah ini mencakup definisi, prosedur diagnostik, dan strategi perawatan demensia. Selain itu, alat permainan kartu akan digunakan untuk membahas dilema sehari-hari yang muncul, seperti di toko swalayan, rumah lansia, dan komunitas akan berlangsung selama 25 menit dalam sesi ketiga, dengan setiap kelompok terdiri dari 7-8 mahasiswa dan 1 fasilitator yang telah dilatih.

Program ini fokus pada situasi nyata untuk mendukung orang dewasa dengan demensia dan diharapkan dapat meningkatkan efek positif melalui integrasi dengan inisiatif pendidikan lainnya. Sebagai program pertama di universitas Indonesia yang menargetkan pendidikan demensia, penelitian ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan sikap global terhadap orang dengan demensia. Program protocol ini akan dilakukan dalam penelitian dalam waktu dekat.

Penulis: Dianis Wulan Sari bekerja sama dengan University of Tokyo

Link: https://www.researchprotocols.org/2024/1/e62654

Baca juga: Efektifitas Intervensi Keperawatan yang Berpusat Pada Individu Untuk Lansia dengan Demensia