Pendengaran merupakan organ yang sangat penting bagi anak usia dini. Dengan pendengaran seorang anak dapat belajar berbicara, berbahasa, melakukan sosialisasi serta peningkatan perkembangan intelektual. Gangguan pendengaran dapat terjadi kapan saja selama hidup – mulai dari sebelum lahir hingga dewasa. Gangguan pendengaran adalah masalah kesehatan ketika satu atau beberapa bagian dari telinga tidak berfungsi secara efektif sehingga tidak dapat menangkap atau mendengarkan suara sebaik orang normal lainnya.
Gangguan pendengaran dapat disebabkan karena faktor genetik (bawaan/turun temurun) atau nongenetik (didapat). Berdasarkan penyebab dan asal muasalnya, gangguan pendengaran terbagi menjadi dua jenis, yakni sensorineural dan konduktif. Beberapa anak terlahir dengan gangguan pendengaran sensorineural, namun bagi banyak anak, gangguan pendengaran jenis ini berkembang seiring berjalannya waktu. Gangguan pendengaran sensorineural merupakan jenis gangguan pendengaran permanen yang terjadi ketika telinga bagian dalam (koklea) atau saraf pendengaran rusak atau cacat. Gangguan pendengaran sensorineural dapat disebabkan karena genetik, penyakit atau infeksi tertentu, perkembangan abnormal dalam rahim, efek pengobatan dan sebagainya. Jenis gangguan pendengaran sensorineural dapat diatasi dengan alat bantu dengar serta terapi bicara dan bahasa.
Gangguan pendengaran jenis konduktif terjadi ketika suara tidak dapat menjalar dari telinga bagian luar atau tengah menuju telinga bagian dalam. Beberapa hal yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran konduktif antara lain, penumpukan kotoran telinga, benda asing yang bersarang di suatu tempat di telinga, penumpukan cairan, atau kelainan bentuk bawaan pada telinga bagian luar atau tengah. Pada umumnya gangguan pendengaran konduktif dapat diobati dengan obat-obatan atau pembedahan. Tidak menutup kemungkinan seorang anak dapat mengalami gangguan pendengaran campuran yang merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran sensorineural dan konduktif. Beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang anak mengalami gangguan pendengaran antara lain infeksi selama kehamilan, trauma kepala, penyakit infeksi seperti infeksi otak pada anak dan infeksi telinga berulang.
Tanda dan gejala gangguan pendengaran berbeda untuk setiap anak. Tanda dan Gejala gangguan pendengaran dapat berupa berkurangnya daya dengar, seperti ketidakmampuan untuk mendengar suara yang samar-samar, gagal merespons suara, keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara, pelafalan bicara kurang jelas dan sebagainya. Skrining gangguan pendengaran merupakan hal yang penting untuk melakukan deteksi gangguan pendengaran pada anak sedini mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Balita dan anak-anak harus terus diskrining untuk gangguan pendengaran secara berkala, dan lebih sering lagi jika mereka menunjukkan tanda-tanda gangguan pendengaran. Jika Anda merasa anak Anda mungkin mengalami gangguan pendengaran, segera periksakan kepada dokter agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat.
Penulis: Prastiya Indra Gunawan
Informasi detail bisa dilihat pada tulisan kami di:





