Universitas Airlangga Official Website

Gelar Awarding, HIMA EKIS Soroti Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Sesi Talkshow MISIS bersama Prof Dr Sri Herianingrum SE MSi dan Auvi Diyanati Kanasibah SEi MSEi dalam acara MISIS pada Sabtu (24/05/2025) (Foto : Istimewa)
Sesi Talkshow MISIS bersama Prof Dr Sri Herianingrum SE MSi dan Auvi Diyanati Kanasibah SEi MSEi dalam acara MISIS pada Sabtu (24/05/2025) (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ekonomi Islam (EKIS) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar acara Milad Hima Ekis (MISIS) ke-17 pada Sabtu (24/05/2025). MISIS merupakan acara dari divisi Kerjasama dan Kesejahteraan Mahasiswa. Acara itu berlangsung di Aula Soepoyo, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kampus B-Dharmawangsa. 

Kali ini, MISIS mengangkat tema Evolving Together Excelling Forever. Dalam acara ini, turut hadir Ketua Departemen Ekonomi Islam FEB UNAIR, Prof Dr Sri Herianingrum SE MSi dan Auvi Diyanati Kanasibah SEi MSEi, salah satu alumni fast track Ekonomi Islam FEB UNAIR angkatan 2020 sebagai pembicara talkshow

Acara itu terdiri dari talkshow inspiratif, pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, dan penampilan spesial dari Segatainment dan Ekis Band. Dalam sesi talkshow, para narasumber menyoroti peran strategis mahasiswa Ekonomi Islam sebagai agen perubahan, sekaligus mengajak audiens untuk memaknai pentingnya berpikir secara islami dalam merespons berbagai tantangan ekonomi. 

Prof Sri menjelaskan bahwa untuk menjadi pribadi yang adaptif, mahasiswa perlu terus belajar dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Menurut Prof Sri, kunci sukses untuk menjadi mahasiswa Ekonomi Islam yang adaptif dimulai dengan mempersiapkan bekal spiritual agar senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah Swt dan berorientasi pada kebaikan dunia akhirat. 

“Perlindungan tersebut hanya akan hadir jika kita menunaikan hak-hak Allah. Selagi masih muda dan memiliki banyak waktu, kita harus memperbanyak ibadah dan merefleksikan diri,” ujar Prof Sri.

Ia menegaskan bahwa iman dan taqwa merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter seorang Muslim. Dengan niat yang ikhlas dalam mengerjakan amal kebaikan (ma’ruf) dan menjauhi kemungkaran, seseorang akan lebih konsisten dalam menjaga integritas, terutama dalam peran sebagai pendakwah dan agen perubahan.

Sementara itu, Alumni FEB angkatan 2020, Auvi menekankan pentingnya menyeimbangkan kehidupan akademik dan organisasi. Menurutnya, aktivisme dakwah ekonomi Islam bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari akar yang kuat: akademik dan organisasi. Keduanya saling melengkapi dan menjadi fondasi utama dalam membentuk mahasiswa ekonomi islam. 

“Organisasi itu sebagai navigator yang mana kita bisa menumbuhkan kepekaan sosial dan akademik supaya kita dapat berpikir kritis. Sebagai mahasiswa, dua-duanya harus seimbang,” jelas Auvi. 

Auvi juga menekankan bahwa di era teknologi 5.0, mahasiswa perlu menyoroti bagaimana perkembangan teknologi tetap berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa dalam ekonomi Islam, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga kenal dengan perkembangan teknologi seperti fintech syariah, blockchain, dan halal supply chain

Mahasiswa Ekis, harapannya mampu mengembangkan ide-ide berbasis teknologi digital yang selaras dengan nilai-nilai Islam, dan mengimplementasikannya secara nyata melalui program seperti KKN hingga dikenal oleh masyarakat luas. Baginya, teknologi harus menjadi alat, sementara manusialah yang tetap menjadi pusat dalam mendakwahkan ekonomi Islam.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pencapaian mahasiswa di bidang bisnis dan akademik, Divisi Ekonomi Kreatif dan Divisi Keilmuan berkolaborasi dalam menggelar kegiatan Awarding. Kegiatan itu bertujuan untuk mengapresiasi individu dan kelompok yang telah menunjukkan performa terbaik dalam berbagai bidang akademik dan bisnis sepanjang periode kepengurusan. Berikut adalah nama-nama yang berhasil meraih penghargaan pada masing-masing kategori:

  1. Muhammad Fahmi Faturrahman – Kategori Essay 
  2. Nurika Okta Viani – Kategori Business Plan (BP) 
  3. Afra Adinda – Kategori Olimpiade 
  4. BCHIPSS – Kategori FNB 
  5. SATSET DEAL – Kategori Non-FNB

Penulis : Dalliyah Iftitah Arbi

Editor : Khefti Al Mawalia