Universitas Airlangga Official Website

GenBI Gandeng OJK Bahas Tips Merencanakan Keuangan

Angga Heryadi kepala sub bagian edukasi dan perlindungan konsumen OJK Regional 4 Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
Angga Heryadi kepala sub bagian edukasi dan perlindungan konsumen OJK Regional 4 Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Airlangga kembali mengadakan kegiatan seminar GenBI Smart dengan mengangkat topik “Planning Ahead: How to Have a Good Financial Mindset”. Hadirkan Angga Heryadi kepala sub bagian edukasi dan perlindungan konsumen OJK Regional 4 Jawa Timur. Acara berlangsung di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya, pada Sabtu (19/5/2023).

Angga selaku narasumber kerap menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi OJK, trilogi pemberdayaan konsumen yang berupa literasi keuangan, serta framework perlindungan konsumen hingga stabilitas sistem keuangan dan inklusi keuangan.

Perencanaan keuangan

Lanjutnya, Angga membeberkan tips dalam merencanakan keuangan dengan strategi presentasi sesuai kebutuhan hidup. Kebutuhan sehari- hari yang menjadi pengeluaran pokok harian menjadi prioritas utama dengan persentase 40 persen dari pemasukan. Selain itu 30 persen untuk cicilan yang harus keluar setiap tenggat waktunya.

Kemudian, Angga kerap membahas mengenai tabungan, investasi, proteksi kesehatan menjadi 20 persen dari proyeksi pengeluaran keuangan. Sebagai makhluk sosial, semua orang perlu berinteraksi baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. Interaksi tersebut memerlukan biaya biaya sosial yang menjadi sisa proyeksi pengeluaran sebanyak 10 persen.

Ia berpesan kepada peserta untuk berhati-hati dengan inflasi. Inflasi yang disebabkan oleh adanya investasi ilegal. “Teman-teman disini pasti ada yang sudah berinvestasi dalam segala bentuk hal seperti obligasi, membeli saham dan berbagai hal lain. Maka pastikan 2L, LEGAL dan LOGIS,” tegasnya.

Dalam rangka menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Jawa Timur, OJK Regional 4 Jawa Timur juga menjalankan fungsi perlindungan konsumen melalui penanganan pengaduan nasabah. Begitupun dengan maraknya penawaran investasi ilegal. Terdapat 106 investasi ilegal dan 698 pinjaman online illegal beserta 91 gadai ilegal pada tahun 2022 yang terbukti merugikan masyarakat dengan kegiatan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media baik on-air maupun off-air.

Lanjutnya, Angga menyatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus memperkuat peran dan fungsinya sebagai pengawas dan regulator lembaga jasa keuangan, perlindungan konsumen sektor jasa keuangan, serta pendukung pemulihan ekonomi daerah dengan keberadaan kantor OJK di daerah.

Penulis: Dhurriah Zain

Editor: Khefti Al Mawalia