Universitas Airlangga Official Website

Hadirkan Ruang Toleransi dan Kemanusiaan lewat Bakti Cendekia

Departemen Agama BEM FH UNAIR bersama anak-anak panti asuhan dalam acara Bakti Cendekia Vol 2
Departemen Agama BEM FH UNAIR bersama anak-anak panti asuhan dalam acara Bakti Cendekia Vol 2 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Hadirkan ruang toleransi dan kemanusiaan, Departemen Agama BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan program pengabdian masyarakat Bakti Cendekia Vol. 2. Bakti Cendekia kali ini berlangsung pada Senin (1/12/2025) di Panti Asuhan dan Panti Jompo Bhakti Luhur, Sidoarjo. Mengusung tema Together in Grace, program ini menjadi momentum perayaan Natal sekaligus ruang perjumpaan lintas iman bagi mahasiswa dan anak-anak panti. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperkuat nilai toleransi, kepedulian, dan keberagaman di lingkungan FH UNAIR.

Bhakti Luhur dipilih sebagai lokasi pengabdian untuk memastikan pemerataan bantuan lintas agama, setelah Vol. 1 sebelumnya terselenggara di yayasan berbasis Islam. Dalam kegiatan kali ini, sekitar 40 anak berkebutuhan khusus dan para perawat turut terlibat aktif dalam rangkaian acara. Milhan Aulia Afandi selaku project officer menegaskan bahwa kegiatan ini ingin menghadirkan suasana Natal yang inklusif. “Kami ingin semua anak merasakan kehangatan yang sama, apa pun agamanya. Inilah bentuk kecil toleransi yang kami coba hidupkan,” ungkap Milhan.

 Departemen Agama BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan program pengabdian masyarakat Bakti Cendekia Vol. 2
Departemen Agama BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) saat menyelenggarakan Bakti Cendekia Vol. 2 (Foto: Istimewa)

Pada rangkaian acara, kegiatan dibuka dengan sambutan dari panitia, dilanjutkan sesi kerohanian yang dipimpin Devin Manek. Anak-anak diajak bernyanyi bersama serta mengenalkan diri melalui name tag sebagai bentuk keakraban awal. Aktivitas menghias pohon Natal menjadi salah satu sesi favorit, di mana setiap anak menuliskan harapan atau cita-cita di hanging notes sebelum menggantungnya pada pohon. “Momen ketika mereka menulis mimpi masing-masing itu benar-benar mengharukan. Dari situ kami belajar bahwa keberagaman justru menyatukan,” tutur Milhan.

Selain itu, anak-anak juga mengikuti sesi melukis gypsum bertema Natal, seperti figur Santa Claus, pohon Natal, topi Natal, hingga snowman. Kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi anak-anak sekaligus kesempatan bagi panitia untuk berinteraksi lebih dekat. Antusiasme kembali terlihat saat sesi hand painting, di mana anak-anak menempelkan cap tangan berwarna-warni di atas banner sebagai simbol kebersamaan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pihak panti dan penyaluran donasi yang telah terkumpul selama satu bulan sebelum acara. Penyerahan ini menjadi bentuk komitmen Departemen Agama BEM FH UNAIR dalam menjaga keberlanjutan program dan memperkuat hubungan baik dengan lembaga sosial.

Milhan menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan nilai-nilai yang tertanam melalui program ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial, tetapi juga ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa.

“Saya berharap Bakti Cendekia tidak berhenti di acara ini saja. Karena yang paling penting adalah kita membawa pulang pesan bahwa perbedaan agama, ras, dan kemampuan tidak boleh memutus tali persaudaraan,” ujarnya.

Melalui Bakti Cendekia Vol. 2, Departemen Agama BEM FH UNAIR berupaya mempertegas bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya soal berbagi bantuan. Tetapi juga tentang merawat kemanusiaan dan meneguhkan toleransi sebagai fondasi kehidupan bersama.

Penulis: Muhammad Afriza Atarizki 

Editor: Yulia Rohmawati